Jihad Fi Sabilillah Yang Dapat Mendorong Masuk Sorga

0
28
KH. Luthfi Bashori
KH. Luthfi Bashori
Allah SWT berfirman yang artinya:

Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) Jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. Attaubah, 24).

Cinta kepada apa saja yang menjadi kebanggan seseorang, mulai dari cinta kepada diri sendiri, cinta harta benda, cinta kehormatan nasab, cinta tempat tinggal, cinta suku kedaerahan bahkan rasa cinta kebangsaan dan kenegaraan pun, tidak akan dapat mengalahkan kedudukan Jihad di Jalan Allah.

Sy. Abu Musa Al-Anshari RA menyatakan, ada seorang Arab dari gunung menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ada seorang laki-laki yang ikut ‘berjihad’ untuk mendapatkan rampasan perang. Ada juga seorang laki-laki yang ikut ‘berjihad’ agar namanya terkenal. Lalu ada laki-laki yang ke tiga benar-benar berjihad di jalan Allah?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa berjuang dengan tujuan menegakkan kalimat (syariat) Allah, maka itulah yang dinamakan BERJIHAD di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Memperjuangkan hal-hal yang tidak terkait dengan penegakan syariat Islam, sekalipun tampak heroik di depan publik, ternyata kecil artinya di hadapan Allah. Maka setiap perjuangan yang diharapkan dapat mendorong seseorang untuk masuk sorga, hendaklah selalu dibalut oleh niat menegakkan syariat agama Islam.

Termasuk dari perjuangan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam sorga, adalah berdakwah untuk mengislamkan kalangan non muslim, lantas mengajari kaum muslimin yang masih awam terhadap ajaran agamanya, agar lebih dalam mengenal syariat Islam yang wajib diamalkan oleh setiap muslim. Adapun media yang dapat dimanfaatkan dalam misi Jihad di jalan Allah ini, tentu sangat bervariatif tergantung situasi dan kondisi di setiap tempat dan waktu.

Sy. Anas RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Juga hendaklah mereka (beribadah) menghadap Qiblat kami, memakan sembelihan kami, serta mengerjakan shalat seperti shalat kami. Jika mereka mau melakukan semua itu, maka haramlah darah dan harta benda mereka atas kami, kecuali berdasarkan hak yang ada padanya. Bagi mereka seperti yang diperoleh kaum muslimin dan mereka juga harus menanggung sebagaimana yang ditanggung oleh kaum Muslimin.” (HR. Ash-habus Sunan).

Di antara macam Jihad di jalan Allah yang dapat mendorong seseorang untuk dapat bertempat tinggal di sorga kelak, adalah memerangi kemunkaran dan kemaksiatan di sela-sela berdakwah mengajak kebaikan.

Sy. Hudzaifah RA memberitakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seharusnyalah kalian menyuruh untuk berbuat baik dan mencegah dari perbuatan munkar. Jika tidak, sungguh Allah akan menurunkan  siksa kepada kalian. Kemudian kalian berdoa kepada-Nya, tetapi Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. At-Tirmidzi).

Macam-macam Jihad di jalan Allah itu juga banyak sekali. Termasuk jihad adalah menasehati dan mengarahkan jalannya roda pemerintahan yang menaungi umat Islam sebagai rakyatnya.

Sy. Abu sa’id Al-Khudri RA menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jihad yang paling utama adalah mengatakan keadilan di hadapan penguasa yang menyeleweng.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain, Sy. Abu Abdullah Thariq bin Syihab Al-Bajaliy Al-Ahmasiy RA pernah menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki yang sudah meletakkan kakinya di atas pelana (kuda) bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, jihad apakah yang paling utama?”

Rasulullah SAW menjawab, “Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng.” (HR. An-Nasa’i).

Adapun berjihad di jalan Allah dengan metode nahi munkar ini, telah diajarkan pula oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dalam riwayat Sy. Abu Sa’id Al-Khudri RA yang menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Apabila tidak mampu melakukannya dengan lisan, janganlah membenarkan (kemunkaran itu) dalam hati dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).

KH. Luthfi Bashori

KH. Luthfi Bashori

Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, Ketua Umum Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) Singosari Malang, Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kab. Malang.
KH. Luthfi Bashori

Tulisan terbaru KH. Luthfi Bashori (semua)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

bambang soesatyo

Pengamat Optimis RUU KUHP Dapat Diselesaikan di Era Bamsoet

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Asosiasi Sarjana Hukum Tata Negara (ASHTN) Mei Susanto optimistis DPR di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo sebagai Ketua dapat menyelesaikan pembahasan Rancangan...
RUU Minuman Beralkohol

Kembali Pernyataan Ketum PAN Dibantah, Kali Ini Terkait RUU Minuman Beralkohol

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) DPR RI, Arwani Thomafi membantah pernyataan Ketua Umum Partai...
Bima Arya Sugiarto

Pemkot Bogor Hentikan Izin Tempat Hiburan Malam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengambil tindakan preventif tidak mengeluarkan izin tempat hiburan malam (THM) pascakejadian perkelahian antara anggota Brimob dengan...

Coutinho Dekati Debut di Barca Setelah Berlatih Bersama Tim

BARCELONA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mengatakan Philippe Coutinho dapat melakukan debutnya untuk klub pada pertandingan leg kedua perempat final Piala Raja melawan...
menhub

Menhub: Tilang Truk Kelebihan Muatan

CIKARANG, SERUJI.CO.ID - Polisi akan menilang truk yang membawa kelebihan muatan barang saat melaju di jalur Jakarta-Bandung, mengingat selama ini kendaraan tersebut dituding sebagai...
loading...
Perlengkapan Mendaki

Perlengkapan Mendaki Dengan Si Kecil

Untuk mengajak si kecil mendaki, tentunya memerlukan persiapan yang lengkap, selain persiapan mental dan fisik untuk orang tua tentunya. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat mendaki...
panahan

Jelang Piala Danlanud Cup, Sejumlah Pemuda Gencar Berlatih Panahan

Kotawaringin Barat - Sejumlah pemuda berlatih olahraga Panahan di lokasi taman kota Pangkalan Bun Park Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Minggu (21/1) sore. Sesi...
Model Berhijab

Pertama Kalinya, L’Oreal Gunakan Model Berhijab

Paris - L'Oréal Paris membuat gebrakan dengan memakai jasa seorang wanita berhijab Amena Khan, blogger asal inggris, untuk promosi produk perawatan rambut terbarunya, Elvive. Amena,...