Jihad Fi Sabilillah Yang Dapat Mendorong Masuk Sorga

0
72
KH. Luthfi Bashori
KH. Luthfi Bashori
Allah SWT berfirman yang artinya:

Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) Jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. Attaubah, 24).

Cinta kepada apa saja yang menjadi kebanggan seseorang, mulai dari cinta kepada diri sendiri, cinta harta benda, cinta kehormatan nasab, cinta tempat tinggal, cinta suku kedaerahan bahkan rasa cinta kebangsaan dan kenegaraan pun, tidak akan dapat mengalahkan kedudukan Jihad di Jalan Allah.

Sy. Abu Musa Al-Anshari RA menyatakan, ada seorang Arab dari gunung menemui Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ada seorang laki-laki yang ikut ‘berjihad’ untuk mendapatkan rampasan perang. Ada juga seorang laki-laki yang ikut ‘berjihad’ agar namanya terkenal. Lalu ada laki-laki yang ke tiga benar-benar berjihad di jalan Allah?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa berjuang dengan tujuan menegakkan kalimat (syariat) Allah, maka itulah yang dinamakan BERJIHAD di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Memperjuangkan hal-hal yang tidak terkait dengan penegakan syariat Islam, sekalipun tampak heroik di depan publik, ternyata kecil artinya di hadapan Allah. Maka setiap perjuangan yang diharapkan dapat mendorong seseorang untuk masuk sorga, hendaklah selalu dibalut oleh niat menegakkan syariat agama Islam.

Termasuk dari perjuangan yang dapat memasukkan seseorang ke dalam sorga, adalah berdakwah untuk mengislamkan kalangan non muslim, lantas mengajari kaum muslimin yang masih awam terhadap ajaran agamanya, agar lebih dalam mengenal syariat Islam yang wajib diamalkan oleh setiap muslim. Adapun media yang dapat dimanfaatkan dalam misi Jihad di jalan Allah ini, tentu sangat bervariatif tergantung situasi dan kondisi di setiap tempat dan waktu.

Sy. Anas RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Juga hendaklah mereka (beribadah) menghadap Qiblat kami, memakan sembelihan kami, serta mengerjakan shalat seperti shalat kami. Jika mereka mau melakukan semua itu, maka haramlah darah dan harta benda mereka atas kami, kecuali berdasarkan hak yang ada padanya. Bagi mereka seperti yang diperoleh kaum muslimin dan mereka juga harus menanggung sebagaimana yang ditanggung oleh kaum Muslimin.” (HR. Ash-habus Sunan).

Di antara macam Jihad di jalan Allah yang dapat mendorong seseorang untuk dapat bertempat tinggal di sorga kelak, adalah memerangi kemunkaran dan kemaksiatan di sela-sela berdakwah mengajak kebaikan.

Sy. Hudzaifah RA memberitakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seharusnyalah kalian menyuruh untuk berbuat baik dan mencegah dari perbuatan munkar. Jika tidak, sungguh Allah akan menurunkan  siksa kepada kalian. Kemudian kalian berdoa kepada-Nya, tetapi Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. At-Tirmidzi).

Macam-macam Jihad di jalan Allah itu juga banyak sekali. Termasuk jihad adalah menasehati dan mengarahkan jalannya roda pemerintahan yang menaungi umat Islam sebagai rakyatnya.

Sy. Abu sa’id Al-Khudri RA menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jihad yang paling utama adalah mengatakan keadilan di hadapan penguasa yang menyeleweng.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain, Sy. Abu Abdullah Thariq bin Syihab Al-Bajaliy Al-Ahmasiy RA pernah menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki yang sudah meletakkan kakinya di atas pelana (kuda) bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, jihad apakah yang paling utama?”

Rasulullah SAW menjawab, “Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng.” (HR. An-Nasa’i).

Adapun berjihad di jalan Allah dengan metode nahi munkar ini, telah diajarkan pula oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dalam riwayat Sy. Abu Sa’id Al-Khudri RA yang menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Apabila tidak mampu melakukannya dengan lisan, janganlah membenarkan (kemunkaran itu) dalam hati dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tergeletak di Jalan, Pelajar SMA di Kota Langsa Ditemukan Meninggal

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID - Seorang pelajar SMA ditemukan meninggal dunia di Dsn. Makmur Gampong Baroh Langsa Lama Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, Rabu...

Terima Zohri di Istana, Presiden Jokowi: Dia Orang Besar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Akhirnya juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan Zohri dengan Presiden yang berlangsung di Istana...
rupiah

Rupiah Makin Mengkhawatirkan, Hari ini Terjerembab di Rp14.422

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis (19/7) sesi pembukaan pagi kembali turun 8 poin, menjadi Rp14.422 per dolar...
Idrus Marham

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap PLTU Raiu-1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (19/7) memeriksa Menteri Sosial, Idrus Marham, sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait...

Presiden Jokwi dan Wapres JK Jenguk SBY di RSPAD Gatot Subroto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hari ini,...