Pengadilan Militer Israel Langgar Hak Anak Palestina


JERUSALEM, SERUJI.CO.ID – Reformasi sistem pengadilan militer Israel di Tepi Barat telah gagal menghentikan “pelanggaran sistematis” terhadap hak-hak anak Palestina. Pengadilan remaja militer yang dibentuk tahun 2009 dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan hak-hak anak di bawah umur telah gagal untuk memberikan perlindungan pada anak.

Arab News melaporkan, Rabu (21/3) waktu setempat, bahwa B’Tselem sebuah LSM Israel mengatakan pengadilan anak-anak yang dibentuk hanya mengalami perubahan teknis, belum memberikan perlindungan atas hak anak di bawah umur.

“Perubahan yang dilakukan pada sistem peradilan militer sangat sedikit dan belum memberikan pengaruh apapun” kata laporan tersebut.

Sebuah laporan UNICEF tahun lalu menyampaikan bahwa dari 165 anak-anak Tepi Barat yang diduduki Israel pada tahun 2016, semuanya mengalami perlakuan pelanggaran proses hukum, termasuk tidak diberitahu dengan benar tentang hak-hak mereka. Bahkan banyak yang melaporkan adanya pelecehan dan intimidasi secara verbal selama penangkapan, interogasi, dan atau penahanan.

LSM itu mengatakan, dari data Dinas Penjara Israel pada 28 Februari 2018, ada 356 anak Palestina dengan usia bawah umur yang ditahan. Sembilan diantaranya menjalani hukuman dan 257 lainnya menunggu persidangan. Para tersangka disuruh untuk mengaku bersalah dengan imbalan hukuman penjara dikurangi.

“Ini bukan indikasi seberapa efektifnya Jaksa dalam membuktikan kesalahan, tetapi adalah fakta bahwa mayoritas kasus diakhiri dengan sebuah negosiasi,” katanya.

Militer Israel mengatakan belum menerima laporan dan belum dapat berkomentar. Sementara itu kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia telah mengkritik tindakan pemerintah Israel tersebut. (Elfizon A/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Dari Plot Pembunuhan Menuju Monarkhi Konstitusional di Arab Saudia

Aneka media luar dan dalam negeri dengan telanjang menggambarkannya. Tim 15 orang memutilasi, memotong korban ketika korban masih hidup. Suara melengking korban kesakitan yang luar biasa terdengar dan terekam.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close