AMMAN, SERUJI.CO.ID – Jordania dan Lebanon pada Rabu (14/3) mengutuk serangan bom pinggir jalan yang ditujukan kepada rombongan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah di bagian utara Jalur Gaza, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra.
Menteri Negara Jordania Urusan Media Mohammad Momani mengatakan upaya semacam itu berusaha merusak persatuan nasional Palestina dan terwujudnya aspirasi rakyat Palestina.
Menteri tersebut mengatakan perbuatan semacam itu dikutuk sebab berusaha merusak upaya perujukan nasional Palestina dan meningkatkan penderitaan rakyat Palestina, yang menderita dalam upaya meraih hak sah mereka.
Jordania, ia menambahkan, Kamis (15/3) pagi, sepenuhnya mendukung upaya perujukan dan persatuan rakyat Palestina.
Ia juga menekankan komitmen Jordania yang terus berlanjut bagi perjuangan Palestina sampai negara Palestina merdeka berdiri.
BACA JUGA: Diincar Upaya Pembunuhan, PM Palestina Selamat dari Ledakan Bom
Pada hari yang sama Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri juga mengutuk serangan bom yang ditujukan kepada Perdana Menteri Palestina tersebut, kata media resmi Lebanon di dalam satu pernyataan.
Menurut pernyataan itu, Saad Al-Hariri mengirim surat kepada Rami Hamdallah untuk mengutuk serangan terhadap dia dan mengucapkan selamat atas keselamatannya.
“Atas nama saya pribadi dan atas nama Pemerintah Lebanon, saya dengan keras mencela serangan bom yang ditujukan kepada anda di Kota Gaza, yang merupakan upacara tercela untuk menyerang persatuan nasional Palestina dan mengganggu upaya perujukan yang sedang anda upayakan di bawah Presiden Mahmoud Abbas,” kata Saad Al-Hariri.
“Saat saya kembali menyampaikan pengutukan saya atas perbuatan kriminal ini, saya berharap anda akan melanjutkan upaya anda untuk mewujudkan aspirasi rakyat Palestina bagi kebebasan rakyat Palestina dan berdirinya negara merdekanya,” tambahnya. (Ant/SU03)
