Diincar Upaya Pembunuhan, PM Palestina Selamat dari Ledakan Bom

0
51

GAZA, SERUJI.CO.ID – Perdana Menteri (PM) Palestina Rami Hamdallah selamat dari upaya pembunuhan di Gaza pada Selasa (13/3), demikian Otoritas Palestina setelah sebuah ledakan terjadi di dekat konvoinya.

Beberapa menit setelah ledakan tersebut, Hamdallah, yang tidak terluka, menyampaikan pidato dalam peresmian pabrik pengolahan limbah di Jalur Gaza, demikian cuplikan rekaman dalam siaran televisi langsung. Dia mengatakan dalam pidatonya bahwa tiga mobilnya telah rusak.

Otoritas tersebut mengatakan bahwa pihaknya menahan kelompok Hamas yang mendominasi daerah kantung, yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, seketika menuduh kelompok tersebut melakukan penyerangan, namun mengatakan pihaknya telah gagal memberikan keamanan yang memadai.

Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dipimpin Hamas mengatakan, ledakan tersebut terjadi saat konvoi perdana menteri melewati Kota utara Beit Hanoun. Tidak ada yang terluka dan petugas keamanan telah memulai penyelidikan, demikian juru bicara kementerian Eyad Al-Bozom.

Perdana menteri tersebut bermarkas di Tepi Barat yang diduduki dan melakukan perjalanan darat, melalui Israel, ke Jalur Gaza. Polisi mengatakan, ledakan tersebut terjadi tak lama setelah konvoi Hamdallah lewat, dan seorang saksi mengatakan bahwa konvoi tersebut menampakkan dua mobil pada akhir iring-iringan kendaraan mengalami kerusakan.

“Kepresidenan Palestina meminta Hamas bertanggung jawab atas penargetan pengecut dari konvoi Perdana Menteri di Gaza,” demikian laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Otoritas Palestina Hamas dan Abbas masih terpecah atas bagaimana menerapkan kesepakatan rekonsiliasi yang diperantarai Mesir. Hamas menguasai Jalur Gaza pada 2007.

“Serangan terhadap pemerintah konsensus adalah sebuah serangan terhadap kesatuan rakyat Palestina,” demikian Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Ledakan semacam itu pernah terjadi di dekat tempat di mana konvoi diplomatik Amerika Serikat diledakkan oleh bom yang dikendalikan jarak jauh pada 2003, sesaat setelah memasuki Jalur Gaza. Tiga spesialis keamanan Amerika tewas dan seorang diplomat AS terluka dalam ledakan itu. (Ant/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bersama Gerindra dan PKS, Nasdem Dukung Angket Pj Gubernur Jabar Yang Digulirkan Demokrat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai NasDem mendukung digulirkan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang mengangkat Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa...
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...