Harga Minyak Turun Usai Serangan AS ke Suriah

0
22
Serangan Amerika ke Suriah (foto:NPR)

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (17/4) WIB, karena kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berkurang setelah serangan udara di Suriah selama akhir pekan lalu.

Amerika Serikat, Prancis dan Inggris meluncurkan 105 rudal pada Sabtu (14/4) dini hari, menargetkan apa yang mereka katakan adalah tiga fasilitas senjata kimia di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun pada 7 April.

Harga minyak telah meningkat hampir 10 persen menjelang serangan, karena para investor mengumpulkan banyak aset-aset seperti emas atau surat utang pemerintah AS, yang dapat berlindung dari risiko-risiko geopolitik.

“Penurunan kekhawatiran atas Suriah adalah berita utama yang menurunkannya. Karena serangan itu lebih bersifat operasi daripada yang diantisipasi dalam skenario yang lebih ekstrim, pasar telah mengabaikan faktor-faktor “bullish”, kata Phil Streible, ahli strategi pasar senior di RJO Futures di Chicago.

“Minyak memiliki punya segalanya yang mungkin meningkatkannya: dolar yang lemah, Suriah, potensi sanksi, ketidakpastian Gedung Putih, perdagangan Tiongkok,” katanya.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 1,17 dolar AS menjadi menetap di 66,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni berkurang 1,16 dolar AS, menjadi ditutup pada 71,42 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

“Sejauh menyangkut perkembangan di Suriah, pasar telah memiliki rasa lega dalam arti bahwa tidak ada eskalasi, baik secara diplomatis, atau di lapangan, menyusul intervensi oleh AS, Prancis dan Inggris,” kata kepala strategi pasar komoditas global BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.

“Sebagai aset-alokator makro, jika Anda ingin melakukan lindung nilai portofolio Anda terhadap risiko-risiko geopolitik, kandidat utama Anda adalah minyak, terutama jika risiko itu di Timur Tengah.” Meskipun Suriah sendiri bukan produsen minyak yang signifikan, Timur Tengah yang lebih luas adalah eksportir minyak mentah dunia yang paling penting, dan ketegangan di kawasan ini cenderung menempatkan pasar minyak dalam kecemasan.

“Investor terus khawatir tentang dampak dari konflik yang lebih luas di Timur Tengah,” kata bank ANZ. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
palu hakim

Hakim Vonis Edy Rumpoko Tiga Tahun Penjara

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID - Majelis hakim yang diketuai oleh Unggul Warso Mukti memvonis mantan Wali Kota Batu, Jawa Timur, Edy Rumpoko selama tiga tahun kurungan...
Miras

Polres Pamekasan Musnahkan Ratusan Botol Miras

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Pamekasan, Jawa Timur, Jumat memusnahkan ratusan botol minuman keras hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 yang digelar Polres setempat...
Tim Pemantau Medsos

Soekarwo Ajak Forkopimda Berantas Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memberantas penyakit sosial di tengah masyarakat yang semakin meresahkan, salah...
mahkamah konstitusi

Mahkamah Konstitusi Kabulkan Sebagian Uji UU KUP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan pengujian aturan kuasa hukum wajib pajak yang tercantum dalam UU ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan...
yasonna laoly, menkumham

Menkumham Resmikan Pemberian Remisi Sistem Online

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meresmikan pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan asimilasi kepada narapidana melalui sistem online. "Hari ini,...