Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan

Oleh: Budi Setiawanto

SERUJI.CO.ID – Peristiwa kecelakaan tunggal yang dialami oleh Ketua DPR Setya Novanto saat menumpang kendaraan Hilman Mattauch, seorang wartawan sebuah stasiun televisi, bisa menjadi salah satu contoh kehidupan wartawan dalam lingkaran elite.

Setiap wartawan atau jurnalis memang tidak hanya dituntut untuk menyajikan pemberitaan yang objektif dan akurat serta mematuhi ketentuan perundang-undangan dan kode etik, tetapi juga menjalin hubungan baik dengan narasumber, terlebih dengan tokoh penting atau kalangan elite.

Kemampuan melobi dan menunjukkan kedekatan dengan narasumber bahkan menjadi salah satu materi dalam uji kompetensi wartawan dari Dewan Pers atau berbagai organisasi profesi dan institusi pers yang berwenang menyelenggarakan uji kompetensi wartawan.

Wartawan yang tidak bisa menunjukkan kedekatan dengan narasumber untuk mendapatkan informasi dalam waktu singkat maka bisa saja tidak lulus dalam uji kompetensi tersebut alias dinyatakan tidak kompeten. Bahkan tidak bisa mendapatkan sertifikat dan kartu kompetensi wartawan muda, madya, atau utama.

Namun yang perlu diingat adalah kedekatan dengan narasumber tetaplah kedekatan yang berjarak.

Maksud dari kedekatan yang berjarak adalah tidak menyebabkan konflik kepentingan antara kepentingan wartawan dalam mendapatkan informasi terkini dari narasumber dan kepentingan lain yang bisa saja memengaruhi isi berita, seperti memenuhi ambisi narasumber untuk mencapai sesuatu melalui wartawan, atau wartawan berharap sesuatu di luar informasi dari narasumber.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.