Bank Dunia Siapkan 480 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya

AMERIKA, SERUJI.CO.ID – Bank Dunia pada Kamis (29/6) mengatakan akan menyediakan hingga 480 juta dolar AS (Rp5 triliun lebih) sebagai dukungan berbentuk hibah kepada Bangladesh untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Rohingya, termasuk kesehatan, pendidikan, air, kebersihan dan perlindungan umum.

Dewan Bank Dunia menyetujui hibah 50 juta AS (lebih dari 500 miliar rupiah) untuk ditambahkan pada kegiatan dukungan bidang kesehatan di Bangladesh, yang pertama dalam rangkaian, yang bisa mencapai 480 juta dolar.

Hibah bidang kesehatan termasuk iuran berdasarkan atas kemitraan Kanada dengan sayap Bank Dunia, Perhimpunan Pembangunan Antarbangsa.

Itu akan membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh menerima layanan gizi dan kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, anak-anak, dan remaja, perawatan kesehatan reproduksi dan dukungan keluarga berencana, kata Bank Dunia.

Dukungan IDA itu, dana bank itu untuk negara termiskin di dunia, akan mencakup hingga 400 juta dolar (empat triliun rupiah lebih) hibah untuk membantu Bangladesh mengatasi masalah tersebut, kata bank itu.

Sejak Agustus lalu, lebih dari 700.000 warga Rohingya berlindung dari kekerasan di Myanmar di kabupaten Cox’s Bazar di Bangladesh, menjadikannya kampung terbesar dan peningkatan tercepat pengungsi di dunia.

“Kami sangat tersentuh oleh penderitaan warga Rohingya dan siap membantu mereka hingga mereka kembali ke rumah dengan aman, sukarela, dan bermartabat,” kata pernyataan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dengan menambahkan bahwa bank itu juga akan mendukung rakyat Bangladesh.

Menteri Pembangunan Antarbangsa Kanada Marie-Claude Bibeau dalam pernyataan mengatakan bahwa untuk setiap dolar sumbangan Kanada, lima dolar hibah tambahan akan diberi untuk mendukung layanan kesehatan, gizi dan kependudukan bagi pengungsi.

Kim dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dijadwalkan mengunjungi Bangladesh pada 1-2 Juli untuk menilai keparahan bencana kemanusiaan itu dan membahas yang bisa dilakukan lagi. (Ant/Su02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER