Seorang Warga Polisikan Bupati Boyolali karena Hina Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ucapan Bupati Boyolali, Seno Samudro, yang terlontar saat ia hadir dalam aksi demonstrasi di Boyolali pada Ahad (4/11) berbuntut pelaporan oleh warga. Pasalnya ucapan Seno tersebut dianggap telah menghina terhadap capres Prabowo Subianto.

Seorang warga bernama Ahmad Iskandar melaporkan Seno ke Bareskrim Polri, Senin (5/11).

“Pada 4 November di Boyolali ada demo massa terkait masalah ‘tampang Boyolali’. Bupati hadir di demo tersebut, ia sempat berpidato dan menyatakan perkataan yang menghina Prabowo,” kata Ahmad di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/11) malam.

Menurut Ahmad, tidak pantas seorang pejabat daerah mengucapkan kata-kata hinaan.

Pihaknya menegaskan bahwa pelaporan ini bukanlah instruksi dari Prabowo Subianto, melainkan merupakan keinginan pribadinya sebagai pendukung Prabowo yang tidak ingin capres pilihannya dihina pihak lain.

“Tidak ada (instruksi). Sebagai pendukung, sangat tidak rela. Ini (ucapan) di depan umum, apalagi beliau kader PDI Perjuangan,” katanya.

Laporan Ahmad terdaftar dengan nomor LP/B/1437/XI/2018/Bareskrim tertanggal 5 November 2018. Dalam laporan tersebut, Seno dituding telah melakukan tindak pidana terhadap ketertiban umum yang melanggar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 156 KUHP Jo Pasal 14, dan Pasal 15 KUHP.

Dalam pelaporan ini, pihaknya membawa sejumlah bukti diantaranya video dan tangkap layar berita media daring.

Sebelumnya, ketika berkampanye di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10), Prabowo menyebut istilah “tampang Boyolali” yang merupakan gurauan belaka. Namun belakangan istilah itu jadi viral dan diperbincangkan publik.

Selanjutnya masyarakat Boyolali menggelar aksi Boyolali Bermartabat pada Ahad (4/11), yang dalam aksi itu turut hadir Bupati Boyolali Seno Samodro. (SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER