Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Indra Gunawan Dituntut 20 Tahun Penjara

0
20
Sidang pembunuhan Indra Gunawan
Persidangan kasus pembunuhan Indra Gunawan, di PN Medan, Kamis, 7/12/2017. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dua terdakwa kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, masing-masing dituntut 20 tahun penjara. Keduanya dianggap bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap pemilik toko servis air softgun tersebut.

Kedua terdakwa adalah Jo Hendal sebagai joki kereta yang membawa eksekutor pembunuh Kuna dan Darma yang berperan sebagai penerima uang pemba­yaran bagi eksekutor.

“Menyatakan terdakwa bersalah secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 340 KUHPidana dalam dakwaan primair,” ucap JPU Aisyah dalam sidang di Ruang Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (7/12) sore.

Selain kedua terdakwa, dalam persidangan itu JPU menuntut dua terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara pembunuhan ini. Keduanya yakni Chandra alias Ayen dituntut 7 tahun penjara dan terdakwa John Marqum Lubis alias Ucok dengan pidana 3 tahun penjara.

Untuk kedua terdakwa ini, JPU menjerat mereka dengan Undang-Undang UU Darurat dan Pasal 221 KUHPidana karena menyembunyikan atau menyimpan senjata api yang digunakan untuk membunuh Indra Gunawan.

Usai mendengar nota tuntutan, majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo kemudian menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk agenda pembelaan.

Kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada 18 Januari 2017 ini, sempat menghebohkan masyarakat. Kuna dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, pada Rabu (18/1).

Kemudian, petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, pada Ahad (22/1) berhasil membekuk delapan orang tersangka pembunuh Kuna dari berbagai lokasi terpisah.

Penangkapan berlangsung sangat cepat, dua tersangka tewas ditembak polisi. Ada delapan tersangka pembunuhan tersebut, dan otak pelaku yang mendalangi pembunuhan ini Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara, Siwaji Raja (45). Siwaji Raja yang juga pengusaha tambang, ditangkap di Provinsi Jambi.

Jo Hendal alias Zendal (41) warga Jalan Sukaraja Batubara Sumatera Utara berperan sebagai joki sepeda motor. Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang Medan Petisah berperan menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan, juga berperan menyimpan senjata api.

Tersangka Wahyudi alias Culun (33) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, berperan membantu tersangka pemukulan kabur, dan M Muslim (31) warga Jalan Sampali Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Sedangkan, dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap yakni Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan seorang Ketua OKP di Petisah, Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan menyusun skenario pembunuhan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti tiga pucuk senjata api jenis revolver. (Mica/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Setya Novanto dan KPK

Setnov Hadiri Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Setya Novanto menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik (KTP-el) di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)...
Satgas Pangan sidak harga sembako

Pedagang Naikkan Harga Sepihak, Polres Akan Tindak Tegas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, akan menindak tegas agen dan pedagang yang bermain menaikkan harga secara sepihak sehingga berdampak terhadap keresahan di...
BPJS Kesehatan

Pemerintah: Penyakit Katastropik Tetap Dijamin BPJS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menegaskan pembiayaan penyakit katastropik akan tetap dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...