Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Indra Gunawan Dituntut 20 Tahun Penjara

0
69
Sidang pembunuhan Indra Gunawan
Persidangan kasus pembunuhan Indra Gunawan, di PN Medan, Kamis, 7/12/2017. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dua terdakwa kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, masing-masing dituntut 20 tahun penjara. Keduanya dianggap bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap pemilik toko servis air softgun tersebut.

Kedua terdakwa adalah Jo Hendal sebagai joki kereta yang membawa eksekutor pembunuh Kuna dan Darma yang berperan sebagai penerima uang pemba­yaran bagi eksekutor.

“Menyatakan terdakwa bersalah secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 340 KUHPidana dalam dakwaan primair,” ucap JPU Aisyah dalam sidang di Ruang Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (7/12) sore.

Selain kedua terdakwa, dalam persidangan itu JPU menuntut dua terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara pembunuhan ini. Keduanya yakni Chandra alias Ayen dituntut 7 tahun penjara dan terdakwa John Marqum Lubis alias Ucok dengan pidana 3 tahun penjara.

Untuk kedua terdakwa ini, JPU menjerat mereka dengan Undang-Undang UU Darurat dan Pasal 221 KUHPidana karena menyembunyikan atau menyimpan senjata api yang digunakan untuk membunuh Indra Gunawan.

Usai mendengar nota tuntutan, majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo kemudian menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk agenda pembelaan.

Kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada 18 Januari 2017 ini, sempat menghebohkan masyarakat. Kuna dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, pada Rabu (18/1).

Kemudian, petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, pada Ahad (22/1) berhasil membekuk delapan orang tersangka pembunuh Kuna dari berbagai lokasi terpisah.

Penangkapan berlangsung sangat cepat, dua tersangka tewas ditembak polisi. Ada delapan tersangka pembunuhan tersebut, dan otak pelaku yang mendalangi pembunuhan ini Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara, Siwaji Raja (45). Siwaji Raja yang juga pengusaha tambang, ditangkap di Provinsi Jambi.

Jo Hendal alias Zendal (41) warga Jalan Sukaraja Batubara Sumatera Utara berperan sebagai joki sepeda motor. Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang Medan Petisah berperan menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan, juga berperan menyimpan senjata api.

Tersangka Wahyudi alias Culun (33) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, berperan membantu tersangka pemukulan kabur, dan M Muslim (31) warga Jalan Sampali Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Sedangkan, dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap yakni Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan seorang Ketua OKP di Petisah, Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan menyusun skenario pembunuhan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti tiga pucuk senjata api jenis revolver. (Mica/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...