Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Indra Gunawan Dituntut 20 Tahun Penjara

0
33
Sidang pembunuhan Indra Gunawan
Persidangan kasus pembunuhan Indra Gunawan, di PN Medan, Kamis, 7/12/2017. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Dua terdakwa kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna, masing-masing dituntut 20 tahun penjara. Keduanya dianggap bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap pemilik toko servis air softgun tersebut.

Kedua terdakwa adalah Jo Hendal sebagai joki kereta yang membawa eksekutor pembunuh Kuna dan Darma yang berperan sebagai penerima uang pemba­yaran bagi eksekutor.

“Menyatakan terdakwa bersalah secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana sebagaimana Pasal 340 KUHPidana dalam dakwaan primair,” ucap JPU Aisyah dalam sidang di Ruang Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (7/12) sore.

Selain kedua terdakwa, dalam persidangan itu JPU menuntut dua terdakwa lainnya yang terlibat dalam perkara pembunuhan ini. Keduanya yakni Chandra alias Ayen dituntut 7 tahun penjara dan terdakwa John Marqum Lubis alias Ucok dengan pidana 3 tahun penjara.

Untuk kedua terdakwa ini, JPU menjerat mereka dengan Undang-Undang UU Darurat dan Pasal 221 KUHPidana karena menyembunyikan atau menyimpan senjata api yang digunakan untuk membunuh Indra Gunawan.

Usai mendengar nota tuntutan, majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo kemudian menunda sidang hingga sepekan mendatang untuk agenda pembelaan.

Kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada 18 Januari 2017 ini, sempat menghebohkan masyarakat. Kuna dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, pada Rabu (18/1).

Kemudian, petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, pada Ahad (22/1) berhasil membekuk delapan orang tersangka pembunuh Kuna dari berbagai lokasi terpisah.

Penangkapan berlangsung sangat cepat, dua tersangka tewas ditembak polisi. Ada delapan tersangka pembunuhan tersebut, dan otak pelaku yang mendalangi pembunuhan ini Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara, Siwaji Raja (45). Siwaji Raja yang juga pengusaha tambang, ditangkap di Provinsi Jambi.

Jo Hendal alias Zendal (41) warga Jalan Sukaraja Batubara Sumatera Utara berperan sebagai joki sepeda motor. Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang Medan Petisah berperan menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan, juga berperan menyimpan senjata api.

Tersangka Wahyudi alias Culun (33) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya Ikhlas Kecamatan Medan Johor, berperan membantu tersangka pemukulan kabur, dan M Muslim (31) warga Jalan Sampali Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Sedangkan, dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap yakni Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan seorang Ketua OKP di Petisah, Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dan menyusun skenario pembunuhan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti tiga pucuk senjata api jenis revolver. (Mica/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...