Layangan, Warisan Tradisi Yang Kini Jadi Atraksi Wisata di Bali

Sawah dan aktivitas anak-anak dalam beberapa tahun belakangan ini seakan lenyap ditelan zaman. Sawah mulai berkurang akibat beralih fungsi dam kehilangan sumber air.

Aktivitas anak-anak di sawah juga tidak tampak lagi. Anak-anak generasi sekarang tidak pernah melakukan permainan itu. Oleh sebab itu melalui Festival ke Ume memasyarakatkan kembali aktivitas anak-anak yang polos, jujur, tanggung jawab dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan itu lewat festival.

Selain itu menciptakan kreativitas anak-anak dengan menyediakan ruang untuk melakukan dunianya yang seluas-luasnya, sekaligus melestariakan seni budaya dengan mengangkat kembali berbagai jenis permainan, khususnya terkait dengan sawah.

Kegiatan festival diawali dengan memainkan layang-layang menyusul bermain bersama-sama. Anak yang sudah bisa akan mengajari temannya yang belum mengerti, sehingga sosialisasi antara mereka dapat menciptakan kebersamaan. (Ant/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER