Layangan, Warisan Tradisi Yang Kini Jadi Atraksi Wisata di Bali

0
195

Anak-anak seusia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dengan senang dan bangganya mengendalikan layangan untuk bisa “menari-menari” di ketinggian, bersaing dengan layangan rekannya di tengah hamparan lahan sawah yang baru habis panen.

Hal itu merupakan tradisi yang diwarisi masyarakat Bali secara turun temurun, khususnya anak-anak di daerah perdesaan, yang dilakoninya hingga sekarang.

Permainan layang-layang untuk menyalurkan kesenangan anak-anak muda dan kesinambungan tradisi dalam beberapa tahun belakangan ini dikemas dalam bentuk festival yang memberikan fungsi ganda, yakni sebagai atraksi untuk menambah daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, sebagai daerah gudang beras yang memiliki hamparan lahan pertanian paling luas di Bali, menggelar “Tabanan Kites Festival” yang melibatkan 1.500 peserta.

“Kegiatan yang digelar di Subak Gadon, kawasan wisata Tanah Lot, berlangsung selama dua hari, 9-10 September 2017 memperebutkan hadiah utama sebesar Rp100 juta,” tutur Ketua Panitia kegiatan tersebut I Made Edi Wirawan.

Ribuan peserta yang datang dari sejumlah kabupaten/kota di Bali menaikkan berbagai jenis layangan, termasuk layangan milik Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, yang mengudara dengan baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU