
Festival ke Uma Sementara Sanggar Buratwangi, Sanggar Wintang Rare, dan Selakunda Foundation serta masyarakat Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kabupaten Tabanan, secara swadaya menggelar Festival Ke Uma (sawah) yang menampilkan atraksi unik dan menarik, termasuk memainkan layangan.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar untuk mengajak anak-anak usia SD dan SMP bersenang-senang lewat permainan tradisional di sawah.
Menurut ketua panitia kegiatan tersebut Putu Edi Novalia Artha memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, sekaligus kondisi sawah untuk menghasilkan beras sebagai kebutuhan pokok sehari-hari yang kini tidak banyak diketahui oleh anak-anak.
Kegiatan itu diharapkan dapat dilakukan berkesinambungan untuk mengisi liburan panjang anak-anak sekolah pada pertengahan tahun. Seluruh kegiatan selama dua hari itu digelar di tengah sawah yang sudah dipersiapkan dan ditata sedemikian rupa.
“Festival ke Uma” yang pelaksanaannya dinilai sukses itu mengangkat suasana tempo dulu, yakni anak-anak diajak bermain dengan memanfaatkan alam dan lingkungan sawah sekitarnya. Alam itu sesunguhnya sangat bersahabat yang menyediakan berbagai alat dan sarana untuk bermain, tinggal merangsang kreativitas mereka saja.
Subak Mole di Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri lingkungannya masih dalam kondisi asri dan lestari yang bersebelahan dengan Candi Pahlawan Taman Pujaan Bangsa Margarana, tempat gugurnya Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, 25 km arah barat daya Kota Denpasar.
