Saksi Ahli: Al Quran Tak Pernah Membohongi Siapapun

269

JAKARTA – Saksi ahli agama dari Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. Muhammad Amin Suma yang dihadirkan JPU pada lanjutan sidang ke-10 kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Senin (13/2) pagi, memberikan kesaksiannya pertama.

Amin Suma ditolak kesaksiannya oleh Tim Pengacara Ahok I Wayan Sudirta. Menurutnya, Amin Suma yang juga merupakan anggota Komisi Fatwa MUI tidak akan objektif. Pasalnya, dia merupakan pembuat produk sikap keagamaan MUI yang memvonis Ahok menistakan agama Islam.

Amin menjelaskan, kata “dibohongi” dan “dibodohi” Al-Maidah 51 pada pidato Ahok merupakan poin utama penyebab permasalahan dan dianggap sudah menistakan Al Quran. “Yang utama adalah dibohongi pakai Al Maidah 51, dan pernyataan dibohongi dan dibodohi pakai Al Maidah 51 itu yang menjadi inti persoalan,” jelas Amin.

Menurut Amin, Al Quran yang merupakan perkataan Allah SWT tidak pernah membohongi siapapun, termasuk umat Islam sebagai penganutnya.

“Masalahnya kata “dibohongi” pakai Al Maidah 51 dan “dibodohi” pakai Al Maidah 51. Karena Al Quran tidak akan pernah membohongi siapapun walau dengan dirinya sendiri,” tegas Amin.
Di dalam ruang sidang juga Amin menjelaskan bahwa tafsir Al Quran itu berbeda. Termasuk tafsiran kata “awliya” pada Al-Maidah 51 yang bisa diartikan sebagai pemimpin dan teman setia.

Di Indonesia, makna pemimpin tersebut sering ditafsirkan sebagai pemimpin ketua RT hingga presiden. Maka dari itu, tidak sembarang orang diperbolehkan menafsirkan Al Quran oleh ulama. Amin Suma juga menceritakan sebab-sebab turunnya Surat Al-Maidah 51 tersebut dan cara memahami ayat tersebut.

EDITOR: Rizky

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama