Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Oleh: dr. Elfizon Amir

dr. H. Elfizon Amir, SpPD. FINASIMSERUJI.CO.ID – Orang sering bertanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk sebuah aksi yang besar seperti reuni 212? Sebuah pertanyaan yang logis ketika semuanya diukur dengan uang.

Jika jumlah peserta jutaan, berapa banyak nasi bungkus yang dibutuhkan dan itu juga bukan untuk sekali makan karena aksi sudah mulai sejak tengah malam sebelum fajar menyingsing. Minimal ada sarapan dan sekali makan siang yang harus disediakan panitia. Ditambah dengan makanan kecil sebagai selingan serta minuman mineral yang juga tidak sedikit.

Tidak terbayangkan sebuah aksi akan dihadiri oleh banyak orang dari tempat yang jauh. Mereka datang dengan berbagai jenis kendaraan mulai dari roda dua, roda empat, bis dan kereta api. Bahkan dari luar pulau Jawa ada yang sengaja mencarter pesawat terbang untuk bisa ikut sebuah aksi yang akbar ini. Media melaporkan bahwa ada diantara mereka yang datang dengan berjalan kaki dari luar Jakarta. Untuk menghormati mereka, panitia menyediakan untuk mereka tempat khusus dekat panggung.

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan dan umat Islam adalah sebagai pewaris Pancasila yang telah dideklarasikan oleh ulama tanggal 18 Agustus 1945 sebagai konsesus.

Reuni 212 sebuh bukti lagi, bahwa umat Islam adalah sebagai pewaris Pancasila yang telah dideklarasikan oleh ulama tanggal 18 Agustus 1945 sebagai konsesus.

Sering dalam sebuah aksi, tanaman yang ada disekitar tempat aksi banyak terinjak dan taman tidak lagi berbentuk setelah aksi selesai. Namun ini tidak terjadi pada aksi 212 yang telah digelar 3 kali dengan jumlah peserta aksi jutaan orang. Tidak ada bunga yang terusik, tidak ada rumput yang terinjak dan tidak ada barang yang rusak.

Tidak ditemukan bungkus makanan berserakan, tidak ada nasi yang terbuang, tidak terlihat botol minuman berceceran dan semuanya bersih dari sampah. Selesai aksi, tempat yang tadi dipenuhi jutaan masa tetap bersih dan rapi seakan tidak pernah ada aksi sebelumnya.

Sebuah pembelajaran dalam aksi reuni 212. Ketika iman mengerakkan sebuah aktivitas, sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, menjadi sebuah kenyataan. Hal yang diluar jangkauan fikiran manusia sekuler dapat terjadi. Mengelola orang dalam jumlah jutaan pada satu tempat dan satu waktu bukan sesuatu yang mudah. Namun semuanya menjadi ringan ketika iman yang mengendalikannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik