Ratusan Mahasiswa Lakukan Long March Aksi Bela Tauhid di Kota Langsa

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Umat Bela Agama dan Tauhid (GEUMAT) kota Langsa melakukan aksi bela islam terkait pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum Banser beberapa waktu lalu.

Pantauan SERUJI di lapangan, Jumat (26/10), massa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Langsa, Gerakan Mahasiswa Pembebasan serta BKPRMI Kota Langsa, mulai berkumpul di Lapangan Merdeka Langsa, sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, sekitar pukul 09.30 WIB, ratusan massa melakukan long mach mulai dari Lapangan Merdeka menuju ke Jalan Ahmad Yani, lalu Jalan Teuku Umar-Jalan Sudirman-Jalan Ahmad Yani dan kembali lagi ke Lapangan Merdeka Langsa.

Baca juga: Ribuan Massa Aksi Bela Tauhid Mulai Bergerak dari Istiqlal ke Patung Kuda

Dalam long mach tersebut, ratusan massa membawa bendera tauhid serta spanduk yang bertuliskan diantaranya “Tauhid Harga Mati, Tauhid Jiwa Raga Kami, Mulia Dengan Tauhid, Usut Tuntas Oknum Pembakar Bendera Umat Islam.”

Dalam aksi tersebut Koordinator Lapangan, Dedek Ardiansyah, membacakan petisi yang isinya;

  1. Mengutuk tindakan oknum Banser yang telah membakar bendera tauhid,
  2. Meminta Polri mengusut tuntas oknum Banser yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid,
  3. Menyerukan kepada seluruh umat Islam tidak berdiam diri atas pembakaran bendera tauhid,
  4. Mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Langsa bahwa bendera tauhid bukan milik Ormas manapun melainkan milik seluruh umat muslim di dunia.

(Syahrial/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Takut Sendirian Jadi Oposisi, Begini Penjelasan Tegas PKS

Menanggapi pergerakan partai-partai yang selama Pilpres 2019 berkoalisi mendukung Prabowo berhadapan dengan Jokowi tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mereka tidak bergeming dari posisinya yang ingin tetap jadi oposisi. Begini alasannya.

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.