Prabowo Menang Telak di Aceh, Sumbar, dan Sumsel Yang Jadi Penyumbang Suara Terbanyak di Sumatera


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Prabowo-Sandiaga berhasil meraup suara dukungan di pulau Sumatera sebanyak 11.718.340 suara atau sebesar 56,65 persen dari total suara sah yang telah masuk hingga Senin (29/4) pukul 08.00 WIB yang berjumlah 20.686.499 suara.

Hal itu berdasarkan data yang diambil SERUJI, Senin (29/4) pukul 08.00 WIB dari sistem perhitungan suara Pemilu (Situng) scan C1 Pilpres 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara pasangan Jokowi-KH Ma’ruf tertinggal cukup jauh dengan perolehan suara sebanyak 8.968.159 suara atau sebesar 43,35 persen dari suara sah yang telah masuk ke Situng KPU.

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU provinsi di pulau Sumatera, Senin (29/4/2019) pukul 08.00 WIB, berdasarkan perolehan suara.

Di provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan, pasangan yang diusung koalisi parpol yang dipimpin Partai Gerindra ini, menang dengan selisih persentase cukup telak dari Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Katiga Provinsi ini sekaligus jadi penyumbang suara yang besar bagi Prabowo-Sandiaga di Sumatera.

Di Aceh, Prabowo mampu raih 1.474.158 suara (84,50%), jauh meninggalkan Jokowi yang hanya meraup 270.384 suara (15,50%). Total DPT di Provinsi yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah ini sebanyk 3.523.774 pemilik, dan hinggal Senin (29/4) pukul 08.00 WIB jumlah total suara sah yang masuk telah mencapai 1.744.542 suara (49,51%).

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU provinsi di pulau Sumatera, Senin (29/4/2019) pukul 08.00 WIB, berdasarkan persentase perolehan suara.

Di Ranah Minang, Prabowo-Sandiaga juga unggul dengan selisih sangat besar dari Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sebanyak 1.856.228 suara (86,33%) suara mampu diraih Prabowo, sementara Jokowi hanya mendapat dukungan sebanyak 293.937 suara (13,67%).

Sementara di Sumatera Selatan, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 1.920.373 suara (59,39%). Sementara Jokowi-KH Ma’ruf cukup jauh tertinggal dengan hanya mampu kumpulkan sebanyak 1.313.331 suara (40,61%).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close