Nilai Cuitan Andi Arief Penyebaran Hoaks, Mahfud MD: Harus Dipanggil Polisi


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD angkat bicara soal berita hoaks 7 kontainer surat suara yang tercoblos. Mahfud MD menegaskan twit politisi Partai Demokrat Andi Arief itu termasuk penyebaran berita hoaks.

“Ya menurut saya itu termasuk penyebaran berita bohong,” kata Mahfud MD, saat telewicara dengan salah satu stasiun televisi, Jumat (4/1).

“Saya kira Andi Arief pasti tahu kalau itu juga tidak benar, seumpama menduga benar pun kan tidak harus dicuitkan. Ia bisa sampaikan ke kantor polisi atau ke KPU sehingga tidak menimbulkan keresahan,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai pembelaan Andi Arief yang menyebutkan twit itu untuk memastikan kebenaran kabar 7 kontainer surat suara, Mahfud MD membantah pernyataan itu.

Baca juga: Andi Arief Dipolisikan TKN Jokowi-KH Ma’ruf terkait Hoaks Surat Suara

“Tidak bisa, karena kalau hanya ingin mengatakan itu, ia bisa langsung datang ke kantor polisi atau DM (direct message) ke polisi atau datang ke KPU, kan di situ ada humasnya yang setiap hari melayani pengaduan-pengaduan,” kata Mahfud.

“Kalau langsung dicuitkan seperti itu, menurut saya itu provokasi, dan ia harus dipanggil oleh aparat yang berwajib,” tandasnya.

Mahfud MD juga menyoroti soal kinerja kepolisian dalam menangani berita hoaks yang dirasa kurang tegas.

“Itu yang harus diselediki oleh polisi dan saya kira polisi selama ini tidak tegas terhadap hal-hal yang seperti ini, mbok ini dipanggil lalu dituntaskan pasti ketemu siapa yang membuat ini,” tandas Mahfud MD.

Baca juga: Andi Arief Mengaku Tak Sengaja Hapus Cuitan 7 Kontainer Berisi Surat Suara

Sebelumnya, beredar kabar tentang penemuan surat suara yang dikemukakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitternya Rabu (2/1) pada pukul 20.05 WIB.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar”, tulis Andi Arief, Rabu (2/1) malam.

Simak video telewicara dengan Mahfud MD selengkapnya di bawah ini:

(SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close