Mengaku Dibohongi Soal Mobil Esemka, Begini Cerita Rizal Ramli

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengkritisi masih ada pejabat yang tidak jujur dan menyampaikan kebohongan publik sehingga berdampak luas kepada masyarakat.

Salah satunya dicontohkan Rizal soal rencana menjadikan mobil Esemka menjadi mobil nasional yang sempat ramai sejak 2012 silam.

Mantan Kabulog ini juga mengaku sempat ikut mempromosikan mobil Esemka tersebut karena dalam hitungannya mobil nasional akan sukses kalau kemampuan ekonomi kuat.

“Saya saat itu percaya saja dengan ikut mengkampanyekan namun saya malah dibohongi. Mobil Esemka hanya dijadikan alat kampanye, bukan sungguh-sungguh untuk dijadikan mobil nasional,” ungkap Rizal tanpa menyebut siapa yang ia maksud, di kediamannya di Jalan Bangka IX, Jakarta, Sabtu (16/2).

Kenyataannya hingga saat ini, kata Rizal, mobnas Esemka tidak terlaksana, padahal rakyat sangat berharap Indonesia memiliki industri mobil nasional.

Kisah Perjalanan Mobil Esemka, Mobil Nasional Yang Tak Berwujud

Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo dan mobil Esemka karya siswa SMK di Solo. (foto:istimewa)

Kisah mobil Esemka bermula dari acara Kreatif Anak Sekolah Solo (Kreasso) tahun 2011. Di acara tersebut, Jokowi, yang waktu itu menjabat Wali Kota Solo, menyampaikan keinginannya menjadikan Mobil Esemkakarya siswa SMKN 2 Surakarta tersebut sebagai kendaraan dinas Wali Kota.

Jokowi saat mengunjungi acara yang memajang dua jenis mobil Esemka di kawasan Ngarsapura, Surakarta itu, kemudian menunjuka dan memilih mobil Esemka Rajawali, type Sport utility vehicle (SUV) untuk menjadi mobil dinasnya.

Sejak saat itulah popularitas Jokowi melambung dan elektabilitasnya menanjak, sehingga mengantarkan ke kursi Presiden ke-7 Indonesia.

Namun, sejak itu juga mobil Esemka menghilang. Tidak lagi terdengar kabar akan dijadikan mobil nasiona. Sementara mobil Esemka yang sebelumnya sempat dijadikan mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, setelah Jokowi pindah ke Jakarta dan kemudian jadi Presiden, kini hanya jadi pajangan di SMKN 2 Surakarta (AD 1 A) dan SMK Warga Surakarta (AD 2 A).

Soal mobil nasional Esemka kembali mencuat jelang Pilpres 2019. Dikabarkan akan diluncurkan pada bulan Oktober 2018, namun hingga masuk Januari 2019, mobil Esemka tersebut tetap tidak berwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER