Klaim Menang 62 Persen, Prabowo Sujud Syukur Seperti Pilpres 2014


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto mengklaim bahwa ia dan pasangannya, cawapres Sandiaga Uno, telah memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 atas paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Klaim tersebut didasarkan Prabowo kepada hasil real count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Saya ingin memberitahu, berdasarkan hasil real count yang baru saja saya terima, kita telah memenangkan Pilpres dengan hasil 62 persen,” kata Prabowo di hadapan pendukungnya di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Prabowo menyampaikan, bahwa hasil tersebut adalah real count dari 320.000 TPS yang telah masuk atau 40 persen dari semua TPS.

“Perjuangan kita tidak sia-sia, kita sudah menang, kita tidak bayar uang saksi-saksi kita, tapi kebenaran yang benar. Kita percaya dan yakin Tuhan Maha Besar selalu membela yang benar,” ujarnya.

Setelah mengumumkan kemenangan tersebut, Prabowo mengajak semua yang hadir untuk mengumandangkan takbir.

“Takbir, takbir, takbir. Merdeka, merdeka, merdeka,” pekik Prabowo.

Tak berselang lama, Prabowo menanyakan arah kiblat untuk kemudian bersujud sukur bersama orang-orang di sekitarnya.

Peristiwa sujud syukurnya Prabowo ini, persis sama saat ia mengklaim kemenangannya bersama Hatta Rajasa di Pilpres 2014 saat berhadapan dengan Jokowi-Jusuf Kalla. Sujud syukur pada 2014 tersebut juga sebelum hasil resmi diumumkan, yang justru hasilnya hitung resminya Jokowi-JK yang memenangkan Pilpres 2014.

Sementara itu, berbagai lembaga survei telah mengumumkan hasil quick count pada Pilpres 2019. Dimana, keseluruhannya memenangkan pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf dengan keunggulan antara 53-56 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close