Ketika Antasari Menabuh ‘Genderang Perang’

444

JAKARTA – Genderang “perang” politik ditabuh. Rakyat yang “sesak nafas” atas sulitnya ekonomi, bisa jadi akan berkepanjangan menjadi penonton bagi drama kehidupan yang ditabuh Antasari Azhar, Selasa (14/2) siang. Apalagi yang “diserang” bukan orang biasa, namun seorang Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Hari ini Antasari mendatangi Bareskrim Polri di Gedung Sementara KKP, Jakarta Pusat. Dia pun mendadak membongkar cerita yang sebelumnya tak pernah dibeberkan. Satu nama mantan petinggi di negeri ini disebut.

“Sejak kecil saya diajari kejujuran oleh orangtua saya. Untuk itulah saya minta kepada Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara ini,” kata Antasari, “Kalau beliau jujur dia harus cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau perbuat. Beliau perintahkan siapa,” tambahnya.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar siang ini melaporkan adanya perbuatan persangkaan palsu yang dituduhkan kepada dirinya dalam kasus pembunuhan terhadap Nasruddin Zulkarnaen.

“Apa yang saya laporkan, adanya persangkaan palsu dalam kasus saya, sehingga membuat saya terhukum.  Itu melanggar pasal 318 KUHP Janti 417 KUHP, itu adalah masalah perbuatan penguasa, pejabat yang ditunjuk dalam hal ini, yang menghilangkan baju korban,” sambung Antasari.

Dengan wajah tegang dan penuh amarah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  langsung jumpa pers. SBY  mengatakan bila politik itu kasar dan tak masuk akal. Dia menyebut kekuasaan bisa berbuat apa saja.

I have to say politik itu kasar, kurang berkeadaban, tak masuk akal, naudzubillah. Sepertinya kekuasaan bisa berbuat apa saja, menindas yang lemah dan tidak berdaya,” ucap SBY di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).

Untuk menanggapi tudingan Antasari itu, SBY pun mengaku telah menempuh jalur hukum. Namun SBY mengaku pesimis mendapatkan keadilan. “Malam ini saya jawab dan klarifikasi tuduhan sadis Antasari bersamaan dengan jalan hukum yang sudah saya tempuh hari ini juga,” ujarnya.

SBY menuturkan di kediamannya baru saja berlangsung acara zikir dan doa bersama. Acara tersebut digelar dalam rangka berserah diri kepada Allah setelah 4 bulan lebih tim pemenangan Agus-Sylvi berupaya memenangkan Pilgub DKI.

Bahkan Susilo Bambang Yudhoyono menyebut tindakan yang dilakukan Antasari Azhar hari ini terkait pernyataannya, direstui oleh pihak yang berkuasa saat ini. Dia meminta penguasa tidak bermain api dengan pernyataan Antasari.

“Saya punya keyakinan saudara-saudara, apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa blessing atau restu dari kekuasaan,” kata SBY

EDITOR : Yus Arza

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama