Karena Jaksa Belum Selesai Ketik Tuntutan, Sidang Ahok Ditunda

15
747
sidang ahok
Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto (tengah) memimpin persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PN Jakarta Utara.

JAKARTA – Persidangan ke-18 kasus penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedianya berlangsung pagi ini, ditunda pelaksanaanya oleh Hakim. Penundaan ini disebabkan Jaksa Penuntut Umum belum selesai mengetik tuntutan yang mestinya dibacakan hari ini.

“Memang sedianya persidangan hari ini agendanya adalah pembacaan surat tuntutan dari kami selaku Penuntut Umum, kami sudah berusaha sedemikian rupa bahwa ternyata waktu satu minggu tidak cukup atau kurang cukup bagi kami untuk menyusun surat tuntutan,” kata Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono dalam persidangan yang diadakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini, Selasa (11/4).

Ali mewakili tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) memohon penundaan persidangan kepada Hakim. “Kami memohon waktu untuk pembacaan surat tuntutan karena kami tidak bisa bacakan hari ini,” katanya.

Saat Ketua Majelis Hakim Dwiarsi Budi Santiarto mengkonfirmasi penyebab tidak selesainya surat tuntutan, JPU berasalan bahwa pengetikan surat yang menjadi kendala mereka.

“Orang segini banyak masa ketiknya tidak bisa dibagi-bagi?” tanya Hakim Dwiarso mendengar alasan JPU.

Atas permintaan JPU tersebut akhirnya Majelis Hakim memutuskan menunda pembacaan tuntutan pada 20 April 2017 mendatang.

“Karena JPU belum siap dalam membacakan tuntutannya, maka diputuskan sidang ini ditunda. Kalau pun bisa saat ini, kita tunda 5 jam pun tidak masalah yang penting selesai hari ini, tapi JPU siap tidak?,” kata hakim dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Hakim akhirnya menyepakati sidang digelar pada 20 April 2017 mendatang. Dengan catatan pleidoi atau nota pembelaan terdakwa terhadap tuntutan akan digelar lima hari kemudian yaitu 25 April 2017.

“Pleidoi harus dilaksanakan tanggal 25 April, jangan satu minggu. Karena ada sidang-sidang lain yang sudah dijadwalkan. Jangan sampai ada kesan menganakemaskan perkara ini,” tegas Hakim.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan juga sudah melayangkan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Hakim untuk menunda sidang pembacaan tuntutan atas perkara penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selepas pelaksanaan hari pencoblosan Pilkada Jakarta 19 April 2017.

Permintaan Kapolda itu mengundang kritik banyak pihak karena dianggap Polisi sedang berusaha mengintervensi hukum. Sementara Jaksa Agung HM Prasetyo justru mendukung permintaan Kapolda Metro Jaya tersebut.

“Saya bisa menerima dan membenarkan apa yang diharapkan kepolisian supaya sidang itu bisa dijadwal ulang karena sudah mendekati masa-masa tenang untuk pelaksanaan pilkada putaran kedua,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, pada hari Jumat (7/4) lalu.

 

EDITOR: Harun S

15 KOMENTAR

  1. Waduuuhhhh….. Ngetik keputusan satu dua lembar aja, satu minggu nggak kelar…..
    JPU….. Sandiwaramu terlalu kentara.
    Menurut saya, persidangan tadi pagi kayak nya sudah di skenario sebelum persidangan dimulai. Hakim membentak Jaksa, itu merupakan bagian dari sandiwara yang tak bermutu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...

Ketua MPR: Demokrasi Pancasila Jamin Kesetaraan

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai demokrasi Pancasila yang dianut Indonesia menjamin kesetaraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga implementasinya dibutuhkan...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...