Karena Jaksa Belum Selesai Ketik Tuntutan, Sidang Ahok Ditunda

JAKARTA – Persidangan ke-18 kasus penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedianya berlangsung pagi ini, ditunda pelaksanaanya oleh Hakim. Penundaan ini disebabkan Jaksa Penuntut Umum belum selesai mengetik tuntutan yang mestinya dibacakan hari ini.

“Memang sedianya persidangan hari ini agendanya adalah pembacaan surat tuntutan dari kami selaku Penuntut Umum, kami sudah berusaha sedemikian rupa bahwa ternyata waktu satu minggu tidak cukup atau kurang cukup bagi kami untuk menyusun surat tuntutan,” kata Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono dalam persidangan yang diadakan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini, Selasa (11/4).

Ali mewakili tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) memohon penundaan persidangan kepada Hakim. “Kami memohon waktu untuk pembacaan surat tuntutan karena kami tidak bisa bacakan hari ini,” katanya.

Saat Ketua Majelis Hakim Dwiarsi Budi Santiarto mengkonfirmasi penyebab tidak selesainya surat tuntutan, JPU berasalan bahwa pengetikan surat yang menjadi kendala mereka.

“Orang segini banyak masa ketiknya tidak bisa dibagi-bagi?” tanya Hakim Dwiarso mendengar alasan JPU.

Atas permintaan JPU tersebut akhirnya Majelis Hakim memutuskan menunda pembacaan tuntutan pada 20 April 2017 mendatang.

“Karena JPU belum siap dalam membacakan tuntutannya, maka diputuskan sidang ini ditunda. Kalau pun bisa saat ini, kita tunda 5 jam pun tidak masalah yang penting selesai hari ini, tapi JPU siap tidak?,” kata hakim dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Hakim akhirnya menyepakati sidang digelar pada 20 April 2017 mendatang. Dengan catatan pleidoi atau nota pembelaan terdakwa terhadap tuntutan akan digelar lima hari kemudian yaitu 25 April 2017.

“Pleidoi harus dilaksanakan tanggal 25 April, jangan satu minggu. Karena ada sidang-sidang lain yang sudah dijadwalkan. Jangan sampai ada kesan menganakemaskan perkara ini,” tegas Hakim.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan juga sudah melayangkan surat permintaan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Hakim untuk menunda sidang pembacaan tuntutan atas perkara penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selepas pelaksanaan hari pencoblosan Pilkada Jakarta 19 April 2017.

Permintaan Kapolda itu mengundang kritik banyak pihak karena dianggap Polisi sedang berusaha mengintervensi hukum. Sementara Jaksa Agung HM Prasetyo justru mendukung permintaan Kapolda Metro Jaya tersebut.

“Saya bisa menerima dan membenarkan apa yang diharapkan kepolisian supaya sidang itu bisa dijadwal ulang karena sudah mendekati masa-masa tenang untuk pelaksanaan pilkada putaran kedua,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, pada hari Jumat (7/4) lalu.

 

EDITOR: Harun S

15 KOMENTAR

  1. Waduuuhhhh….. Ngetik keputusan satu dua lembar aja, satu minggu nggak kelar…..
    JPU….. Sandiwaramu terlalu kentara.
    Menurut saya, persidangan tadi pagi kayak nya sudah di skenario sebelum persidangan dimulai. Hakim membentak Jaksa, itu merupakan bagian dari sandiwara yang tak bermutu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Lima Ide Outfit Kondangan Padu Padan Celana dan Atasan

Ide outfit kondangan memakai celana ini bisa jadi andalan bagi anda yang anti ribet.