Kalah dari Khofifah-Emil di Surabaya, Saksi Gus Ipul-Puti Tolak Tandatangan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul atas pasangan calon urut nomor dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya.

Khofifaf-Emil yang diusung Demokrat, Golkar, PAN, Nasdem, PPP dan Hanura unggul dengan 579.246 (50,8%) suara mengalahkan pasangan Gus Ipul Puti yang diusung PDIP, PKB, PKS dan Gerindra dengan 560.848 (49,2%) suara dalam rekapitulasi yang berlangsung dari Kamis (5/7) siang hingga Jumat (6/7) dini hari.

Proses rekapitulasi suara dari form C1 sempat dihentikan pada pukul 23.10 WIB, karena saksi dari Gus Ipul-Puti meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambaksari untuk mengambil kotak suara dan membuka form C7. Form C7 adalah form yang mencatat jumlah pemilih yang hadir saat pencoblosan tanggal 27 Juni 2018.

Setelah proses rekapitulasi yang sempat diwarnai berbagai perdebatan antara saksi dari pasangan nomor urut dua dengan Komisioner KPU, akhirnya Jumat dini hari proses rekapitulasi selesai.

Namun saksi dari Gus Ipul-Puti, Sukadar menolak menandatangani hasil rekapitulasi karena menilai banyak ditemukan kesalahan, diantaranya ketidakcocokan jumlah pemilih (C7) dengan surat suara di dalam kotak suara.

Menurut Sukadar, untuk Kecamatan Tambaksari yang memiliki enam TPS yang terletak di Kelurahan Gading, Kelurahan Tambaksari dan Kelurahan Bulak, ditemukan jumlah pemilih tidak sesuai dengan jumlah surat suara di dalam kotak suara.

Selain ketidakcocokan jumlah pemilih dan jumlah suara, Sukandar juga menilai ada pelanggaran administrasi yang dilakukan penyelenggara Pilkada Jatim di tingkat TPS. Dimana sesuai aturan PKPU nomor 8/2018 semestinya pemilih yang hadir harus menandatangani daftar hadir.

“Temuan kami, ada satu TPS yang tidak ada sama sekali tanda tangan petugas KPPS. Juga ada tanda tangan yang sama. Ini yang membuat kami tidak mau tanda tangan dan akan mengajukan keberatan,” ujar Sukandar.

Pria yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya ini juga menuding Panitia Pangawas Pemilu Kota Surabaya tidak netral selama pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 pada 27 Juni.

“Panwaslu tidak netral, sejak awal sudah menganggap jika pasangan calon nomer urut satu itu bersih dan pasangan calon nomer urut dua tidak, bahkan dicurigai bakal berbuat kecurangan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Surabaya Hadi Margo mengatakan tuduhan-tuduhan itu harus dibuktikan.

“Jika yang dipersoalkan terkait selisih suara saat rekapitulasi suara di Kecamatan Tambaksari bisa ditelusuri dan ditanyakan pada saat rekapitulasi,” katanya.

Mengenai daftar kehadiran yang tidak di tandatangai oleh pemilih, tapi oleh petugas KPPS, di TPS 8 Tambaksari, Hadi menyarankan saksi meminta penjelasan ke KPU Surabaya.

“Itu lebih pada pemenuhan administrasi dari KPU Surabaya,” katanya. (ARif R/Hrn)

61 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER