ICMI: Pilkada Aman, Bukti Masyarakat Mengedepankan Adab

1
56

JAKARTA- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengapresiasi pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang baerlangsung dengan damai. Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso mengatakan kedewasaan masyarakat Jakarta membuat pilkada berjalan lancar.

“Alhamdulillah pilkada berjalan lancar, tidak menampilkan hal-hal yang tidak diinginkan. ICMI mengapresiasi pilkada dan semua peserta pemilu. Masyarakat terbukti dapat mengedepankan adab. Meskipun ada black campaign kami anggap dinamika kecil dan bumbu. Secara keseluruhan menunjukkan sifat toleran dan sabar untuk menghormati praktik demokrasi di Jakarta,” kata Priyo dalam diskusi bertajuk ‘Dialektika ICMI’ di Gedung Euro Management, Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Priyo mengatakan pilkada yang damai tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya. Pihaknya mengatakan sikap dari masing-masing pasangan calon juga ikut menentukan damainya pilgub tersebut.

“Yang harus dipahami dalam setiap kompetisi, akan selalu ada pihak yang kalah dan menang. Sikap kesatria dari pasangan yang bertanding ikut membantu damainya jalannya pemilihan itu,” katanya.

Informasi Detik.com dalam diskusi ini, pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari. Qodari secara khusus menyoroti sikap Agus Harimurti Yudhoyoni yang bersikap terpuji dalam dalam menanggapi kekalahan.

“Ahok yang ditelepon Agus saya anggap adalah tanda keberadaban demokrasi. Kalau anda kalah, anda tidak harus menunggu hasil resmi. Satu sikap kesatria yang menunjukkan siap menang dan siap kalah,” ujarnya.

Qodari mengatakan putaran kedua dalam Pilgub DKI Jakarta akan memberi angin baru bagi peta politik di Indonesia. Ia menganggap masalah minoritas dan mayoritas bukan lagi menjadi persoalan dalam pemilihan kepala daerah.

“Pilgub DKI Jakarta menunjukkan masalah mayoritas minoritas sudah selesai. Karena masing-masing pasangan yang lolos ke putaran kedua mewakili etnik minoritas. Satu keturunan Tionghoa, satu Arab. Jadi ini panggung paling strategis untuk memperlihatkan itu semua,” katanya.

EDITOR : Yus Arza

 

 

 

 

 

 

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...