Hoaks Surat Suara Tercoblos, Kominfo: Andi Arief Bisa Dijerat Hukum

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menegaskan penyebar kabar bohong di media sosial, siapapun termasuk elite-elite politik, bisa dijerat hukum dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya selalu menyampaikan supaya jangan sampai elite-elite politik dan siapapun yang followernya banyak di media sosial menggunakan gimmick-gimmick seperti itu untuk kemudian seakan dirinya bisa terlindung bebas dari jeratan hukum,” kata Ferdinandus Setu di acara diskusi di Rumah Makan Handayani Prima, Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

“Pasal 28 ayat 1 UU ITE sangat jelas. Setiap orang dilarang dengan sengaja dan mendistribusikan, mentransimisikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki atau memuat kabar bohong dalam transaksi elektronik,” lanjutnya.

Ferdinandus kemudian menyinggung Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Dikatakannya, Andi memang memposting cuitan soal 7 kontainer yang berisi surat suara tercoblos, dan Andi berdalih cuitan itu untuk meminta pengecekan dan klarifikasi.

Baca juga: Kominfo Laporkan Hasil Identifikasi Hoaks Surat Suara Tercoblos ke Bareskrim

Dalam hal ini, kata Ferdinandus, Andi Arief bisa dijerat hukum, alasannya unggahannya di media sosial memicu banyak orang membicarakan yang kemudian disebarluaskan.

“Ketika saya ditanya apakah Pak Andi Arief bisa dijerat? Bisa. Kenapa tidak? Jelas. Postingan dialah yang kemudian memicu banyak orang membicarakan, dan kemudian menyebarluaskan lagi soal kontainer surat suara tadi. Tentu saja ini ranahnya penegak hukum untuk kemudian menindaklanjuti,” tuturnya.

Ferdinandus menjelaskan postingan memiliki unsur delik pidana apabila isi unggahan bisa memancing kemarahan.

“Ketika dia sebagai elite politik yang sehari-hari kemudian punya niat membakar kemarahan followersnya dengan memposting ‘katanya’, ‘kabarnya’, itu sudah ada unsur kesengajaan. Saya belajar ilmu hukum di UGM dan di UI, ada delik pidana di situ,” jelasnya.

Baca juga: Pembuat dan Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos Jadi Tersangka

Soal kasus Andi Arief, pihaknya mengatakan sudah melakukan analisis menggunakan pengais konten si penyebar dan pembuat. Terungkapnya pembuat hoaks surat suara tercoblos hingga kemudian ditetapkan sebagai tersangka, itu setelah Kominfo mengirim sejumlah data ke Bareskrim Polri.

“Hari Kamis kami langsung mengirim sejumlah data hasil penelusuran mesin pengais konten ke Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Pak Albertus Rachmat Wibowo. Dan yang ditangkap kemarin itu yang posting pertama di Twitter, itu adalah termasuk data yang kemarin kami kirimkan. Tentu saja teman-teman Polri lebih jago lagi, menelusuri rekaman suara melalui WA, sebagai upaya kepolisian melalui digital forensik,” terangnya.

“Yang kami mau sampaikan, yang namanya jejak digital mau disembunyikan seperti apapun bisa ditelusuri,” pungkasnya.

Baca juga: Nilai Cuitan Andi Arief Penyebaran Hoaks, Mahfud MD: Harus Dipanggil Polisi

Turut hadir dalam acara diskusi tersebut, diantaranya Tenaga ahli Bawaslu RI Sulastio, Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Kurniadi, KH Masdar Farid Mas’udi, dan Akademisi Universitas Katolik Atma Jaya Dodi Lapihu. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Islam Nusantara

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close