Hasil Rekapitulasi KPU Kalbar: Jokowi Menang 57,50 Persen, Prabowo di 42,50 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf unggul perolehan suaranya dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 untuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara nasional yang dilaksanakan KPU RI di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad (12/5), Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraup dukungan masyarakat Kalbar sebanyak 709.896 suara atau 57,50 persen dari total suara sah yang berjumlah 2.973.653 suara.

Sementara Prabowo-Sandiaga hanya berhasil meraih dukungan sebanyak 1.263.757 suara atau sebesar 42,50 persen dari total suara sah.

Selisih kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf dari Prabowo-Sandiaga sebanyak 446.139 suara.

Dalam rapat apat pleno KPU Provinsi Kalimantan Barat di yang digelar di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (10/5/2019) malam lalu, juga telah ditetapkan jumlah suara tidak sah dalam Pilpres 2019 di provinsi tersebut yang berjumlah 56.256 suara.

Dengan demikian, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di Provinsi Kalimantan Barat adalah sebanyak 3.029.909 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER