Fahira Idris: Reuni 212 Adalah Pengingat, Peneguh dan Pengokoh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Aksi Damai Bela Islam yang berlangsung dua tahun lalu, tepatnya 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan Aksi 212 sudah menjadi hari bersejarah bagi sebagian besar umat Islam Indonesia.

Saat itu diperkirakan 7 juta orang berkumpul, bersilaturrahim, meminta keadilan ditegakkan dan menguatkan komitmen bahwa umat Islam menjadi yang terdepan menjaga kerukunan antarumat beragama dengan prinsip saling menghargai dan menghormati.

Alumni 212 yang juga Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, kesadaran pentingnya ukhuwah umat dan kecintaan terhadap NKRI membuncah saat dan pasca Aksi 212.

“Umat Islam tidak ingin hanya dipandang sebagai kerumunan tetapi mulai bertransformasi menjadi barisan dan gerakan yang menyebar kabaikan dan manfaat,” kata Fahira dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Ahad (2/12).

Terutama pasca 212, imbuh Fahira, berbagai inisiatif pemberdayaan umat lahir dan berkembang. Salah satunya Koperasi 212.

“Setiap tahun, kita akan menggelar Reuni 212 ini sebagai pengingat, peneguh dan pengokoh. Pengingat bahwa ukhuwah adalah kekuatan untuk menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Peneguh hati, bahwa saat ini umat Islam Indonesia sedang berjuang mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan untuk kemuliaan umat dan bangsa. Pengokoh hati, bahwa kita umat Islam adalah barisan yang menyebar manfaat bagi bangsa,” tegas Fahira.

Menurut Fahira, Aksi 212 mempunyai dampak yang luar bisa bagi sebagian besar umat muslim di Indonesia dalam melihat pentingnya persatuan umat dalam bingkai NKRI. Aksi 212 telah menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan umat Islam untuk menjaga NKRI.

“Apapun mazhabnya, apapun organisasinya, Aksi 212 telah menyatukan persepsi dan hati sebagian besar umat Islam untuk mengubah energi kerumunan menuju energi kekuatan di berbagai bidang terutama ekonomi dan sosial. Pasca 212, berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lahir, tumbuh, dan menyebar manfaat bagi kemajuan umat dan bangsa. Spirit inilah yang hendak kita jaga dan lestarikan lewat Reuni 212,” pungkas Senator Jakarta ini. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close