Erdogan Nilai PBB Gagal Tangani Pembantaian Israel di Jalur Gaza

0
52
Salah satu demonstran Palestina menyerang menggunakan ketapel di Jalur Gaza, Senin (14/5/2018) (foto:nbcnews.com)

ANKARA, SERUJI.CO.ID – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Rabu (16/5) mengatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal dalam menghadapi pembantaian pasukan Israel, yang menyebabkan 60 pengunjuk rasa tewas di Gaza, Palestina, pada Senin (14/5), ketika Amerika Serikat memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Turki menjadi salah satu pengecam paling lantang atas penggunaan kekuatan mematikan Israel terhadap pengunjuk rasa di perbatasan Gaza dan keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Ia menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada Jumat (18/5).

Ketika berbicara saat jamuan malam pada pertama Ramadhan, Erdogan menilai bahwa sebagian besar masyarakat dunia gagal menanggapi peristiwa di Gaza. Ia memperingatkan bahwa tetap diam berarti membuka pintu sangat berbahaya.
a
“Dalam menghadapi semua peristiwa itu, PBB telah berakhir. Itu telah menjadi kelelahan dan runtuh. Jika penindasan oleh Israel ditanggapi dengan lebih banyak diam, maka dunia akan dengan cepat terseret ke dalam kekacauan,” kata Erdogan.

Baca juga: Turki Usir Dubes Israel Akibat Pembantaian di Gaza

Peristiwa di Gaza juga memicu pertikaian diplomatik Turki dengan Israel, dengan kedua negara mengusir diplomat senior masing-masing pada Selasa (15/5).

Sengketa itu tampaknya menandai krisis diplomatik terburuk antar dua kekuatan regional sejak marinir Israel menyerbu sebuah kapal bantuan di tengah pemberlakuan blokade laut Gaza tahun 2010, yang berakibat pada tewasnya 10 aktivis Turki dan mendorong penurunan hubungan diplomatik yang berlangsung hingga 2016.

Erdogan, yang menggambarkan pertumpahan darah hari Senin sebagai genosida awal pekan ini, mengatakan Turki telah meluncurkan prakarsa untuk membawa masalah ini ke agenda Majelis Umum PBB. Ia mengatakan Ankara menekan anggota Dewan Keamanan PBB untuk lebih aktif.

Dia mengatakan kepala kantor staf dan kementerian luar negerinya bekerja untuk mengevakuasi korban yang terluka dari Gaza, dan mengatakan bahwa Turki akan berdiri di Palestina tidak peduli apapun yang harus ditanggung.

“Bahkan jika seluruh dunia menutup mata mereka, kami tidak akan membiarkan kekejaman Israel. Kami akan terus bersama saudara-saudara Palestina kami tidak hanya dengan hati kami, tetapi dengan semua sumber daya kami,” katanya.

“Kami tidak akan pernah membiarkan Yerusalem dicuri oleh Israel,” katanya tegas. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

Rayakan Keberkahan Bulan Mulia dengan Buka Bersama 2500 Yatim

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 2500 anak yatim mengikuti buka bersama yang diselenggarakan Bank BJB dan PKPU Human Initiative Jawa Barat, Rabu (23/5). Program tersebut...
Uang Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Janji Akan Atasi

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). "Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan...

Desa di Lereng Merapi Cek Kesiapan Barak Pengungsian

SLEMAN, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengecek kesiapan dan kelengkapan barak pengungsian yang ada di komplek Balai Desa...
bus

Bengkulu Mulai Uji Kelaikan Angkutan Lebaran

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bengkulu mulai menggelar uji kelaikan kendaraan umum angkutan Lebaran 2018. Kepala Unit Pelaksana...

Menkeu: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Turun

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. "Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan,...