Cak Nun : Jakarta Sedang Panas, Jangan Pilih Pemimpin yang Mulutnya Bau Bensin

JOMBANG – Kondisi Jakarta sedang panas. Bahkan api sudah membara dimana-mana, maka jangan memilih pemimpin yang mulutnya bau bensin. Nanti kebakarannya akan semakin besar dan merata.  Penegasan metafora itu disampaikan Budayawan Emha Ainun Najib yang akrab dipanggil Cak Nun, dalam forum Majelis Maiyah Padhangmbulan, Minggu (12/2) menjelang Subuh tadi.

Pengajian rutin bulanan di Desa Menturo, Jombang itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kota di Jawa Timur. “Pemimpin umat Islam harus belajar menggunakan bahasa yang baik, metafora, melingkar, agar mendidik masyarakat dengan kecerdasan logika. Bukan hanya verbal yang akhirnya melahirkan permusuhan,” tambah Cak Nun.

“Banyak sekali bisa kita gunakan istilah yang jelas, tetapi tanpa harus melahirkan permusuhan. Kalau saya pribadi sebenarnya begini. Ada 3 pilihan makanan, 2 pilihan sepoh (ibarat masakan kurang bumbu), sementara yang satu bakteri bahkan racun. Jadi jelaskan? Pilih yang mana?, “ tegas Cak Nun disambut riuh jamaah.

Pengamatan SERUJI, ribuan jamaah Padhangmbulan yang memasuki halaman Sentono Arum, area pengajian sejak sore, antusias mengikuti hingga pukul 03.00 WIB yang kemudian diakhiri dengan berdiri bersama, bershalawat, dan berdoa. Yang menarik, jamaah antre panjang untuk bersalaman dengan Cak Nun hingga 1 jam lebih. Acara seperti ini sudah berlangsung 24 tahun, dengan jamaah yang setiap lima tahun berganti generasi.

Sementara dalam kajian soal kepemimpinan dalam majelis semalam juga disampaikan pemikiran  Dr. A Fuad Effendy, guru utama Maiyah yang akrab dipanggil Cak Fuad.

“Rasulullah SAW tidak melarang kita menjadi pemimpin tapi melarang kita meminta jadi pemimpin. Hadistnya sahih dari Bukhari Muslim. Banyak hadis yang memperingatkan betapa beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Banyak pemimpin yang di dunia dihinakan dan di akhirat dicampakkan ke neraka,” jelas Cak Fuad.

Seorang muslim yang menjadi pemimpin punya kewajiban untuk menegakkan agama dalam arti menegakkan keadilan, kebaikan, dan kebenaran yang merupakan inti dari ajaran agama.

“Beberapa perilaku pemimpin yang disebut oleh Rasulullah sebagai penyebab mereka dihinakan dunia akhirat antara lain orientasi kekuasaan bukan pengabdian, memilih pejabat atas dasar nepotisme dan like-dislike, membohongi, menyulitkan dan menyusahkan rakyat, tebang pilih dalam penegakan hukum, “ tegas Cak Fuad. (Imam)

Foto : Hari/SERUJI.

12 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik