Cak Nun : Jakarta Sedang Panas, Jangan Pilih Pemimpin yang Mulutnya Bau Bensin

12
6085

JOMBANG – Kondisi Jakarta sedang panas. Bahkan api sudah membara dimana-mana, maka jangan memilih pemimpin yang mulutnya bau bensin. Nanti kebakarannya akan semakin besar dan merata.  Penegasan metafora itu disampaikan Budayawan Emha Ainun Najib yang akrab dipanggil Cak Nun, dalam forum Majelis Maiyah Padhangmbulan, Minggu (12/2) menjelang Subuh tadi.

Pengajian rutin bulanan di Desa Menturo, Jombang itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kota di Jawa Timur. “Pemimpin umat Islam harus belajar menggunakan bahasa yang baik, metafora, melingkar, agar mendidik masyarakat dengan kecerdasan logika. Bukan hanya verbal yang akhirnya melahirkan permusuhan,” tambah Cak Nun.

“Banyak sekali bisa kita gunakan istilah yang jelas, tetapi tanpa harus melahirkan permusuhan. Kalau saya pribadi sebenarnya begini. Ada 3 pilihan makanan, 2 pilihan sepoh (ibarat masakan kurang bumbu), sementara yang satu bakteri bahkan racun. Jadi jelaskan? Pilih yang mana?, “ tegas Cak Nun disambut riuh jamaah.

Pengamatan SERUJI, ribuan jamaah Padhangmbulan yang memasuki halaman Sentono Arum, area pengajian sejak sore, antusias mengikuti hingga pukul 03.00 WIB yang kemudian diakhiri dengan berdiri bersama, bershalawat, dan berdoa. Yang menarik, jamaah antre panjang untuk bersalaman dengan Cak Nun hingga 1 jam lebih. Acara seperti ini sudah berlangsung 24 tahun, dengan jamaah yang setiap lima tahun berganti generasi.

Sementara dalam kajian soal kepemimpinan dalam majelis semalam juga disampaikan pemikiran  Dr. A Fuad Effendy, guru utama Maiyah yang akrab dipanggil Cak Fuad.

“Rasulullah SAW tidak melarang kita menjadi pemimpin tapi melarang kita meminta jadi pemimpin. Hadistnya sahih dari Bukhari Muslim. Banyak hadis yang memperingatkan betapa beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Banyak pemimpin yang di dunia dihinakan dan di akhirat dicampakkan ke neraka,” jelas Cak Fuad.

Seorang muslim yang menjadi pemimpin punya kewajiban untuk menegakkan agama dalam arti menegakkan keadilan, kebaikan, dan kebenaran yang merupakan inti dari ajaran agama.

“Beberapa perilaku pemimpin yang disebut oleh Rasulullah sebagai penyebab mereka dihinakan dunia akhirat antara lain orientasi kekuasaan bukan pengabdian, memilih pejabat atas dasar nepotisme dan like-dislike, membohongi, menyulitkan dan menyusahkan rakyat, tebang pilih dalam penegakan hukum, “ tegas Cak Fuad. (Imam)

Foto : Hari/SERUJI.

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...