Sebenarnya Meributkan HTI Itu Soal Apa?


Oleh: Ferry Koto, disadur dari twit @ferrykoto di Twitter pada 5 Mei 2016

Sebenarnya meributkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu soal apa? (1) Keyakinan HTI menerapkan ajaran Islam akan membuat negeri lebih baik, atau (2) HTI ingin mengganti Pancasila.

Kalau HTI punya keyakinan menerapkan ajaran Islam akan membuat negeri lebih baik, menurut saya, ya sah-sah saja, malah dilindungi Undang Undang, bahkan Pancasila dalam sila pertama ditegaskan keyakinan pada ajaran agama.

Kalau HTI ingin ganti Pancasila? Lha bagaimana HTI bisa menggantinya, wong HTI bukan Parpol, bukan kekuatan Politik yang punya wakil di DPR.

Kalaupun HTI misal jadi parpol, ya jangan dipilih caleg-calegnya, kalau yakin Pancasila itu dasar negara yang sesuai untuk negeri ini. #GituAjaKoqRepot

Lagipula Dasar Negara, konstitusi dan bentuk negara adalah hasil dari kesepakatan politik yang dibuat oleh MANUSIA, yang fitrahnya selalu berubah.

Jadi kalau ingin pertahankan “kesepakatan” tersebut, caranya mudah saja. Buktikan kesepakatan tersebut memang sesuai dengan cita-cita Indonesia merdeka. Cita-cita untuk mengantarkan rakyat Indonesia menjadi masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Jika cita-cita itu tidak pernah terwujud, ya bisa jadi “kesepakatan”nya perlu direkonstruksi. Atau diganti?

Di Nusantara ini negara yang pernah ada bukan hanya Indonesia. Itu merupakan bukti bahwa negara pun datang dan pergi.

Terkait negara yang jalankan syariat Islam, di Nusantara ini pun pernah berdiri beberapa negara. Yang terbesar Kesultanan Demak. Bahkan kerajaan-kerajaan di Jawa sebelum penjajahan Belanda, justru kerajaan yang jalankan ajaran Islam yang kuat.

Mungkin banyak yang lupa, Raja Jogja itu dipanggil SULTAN, sebuah sebutan untuk Raja dari kerajaan berciri Islam.

Di Nusantara ini juga pernah berdiri Kerajaan Hindu, Budha, dan diakui dunia sebagai negara-negara yang besar dan kuat. Namun, semua negara besar dan kuat itu akhirnya “gulung tikar” juga, digantikan dengan negara baru.

Kenapa terjadi?

Terjadi karena manusia terus berubah, alam berubah, kondisi berubah dan kesepakatan-kesepakatan dalam bernegara bisa juga berubah. Itu sunatullah.

Kembali soal kesepakatan kita bernegara Indonesia dengan dasar Pancasila. Jika masih yakin itu kesepakatan yang baik untuk rakyat nusantara, buktikan !!

Buktikan rakyat di Nusantara bisa hidup adil makmur sejahtera. Karena sesungguhnya apapun negaranya, pemilik sah negeri ini ya RAKYAT Nusantara.

Jika ditengah rakyat mulai banyak berkembang pemikiran-pemikiran baru, termasuk pemikiran merekonstruksi dasar negara, itu berarti saatnya intropeksi.

Intropeksi apakah ada yang salah dengan kesepakatan kita dalam bernegara, atau ada yang sudah tidak sesuai zaman atau jangan-jangan bukan dasar negaranya yang salah. Tapi justru kita yang selalu salah dalam memilih orang-orang yg menjalankan Negara. Terpilih orang yang tidak paham menjalankan negara berdasarkan Pancasila.

Begitu hemat saya, soal ribut-ribut HTI ini. Jikapun ada yang kontra dengan pemikiran-pemikiran HTI maka bertarung pemikiran sajalah dengan benar, ikuti aturan. Ndak usah ribut-ribut, apalagi sampai provokasi rakyat misal.

Lebih baik berdiskusi daripada hujat-hujatan dan merasa paling benar. Demikian Wassalam. (Hrn)

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close