Sebenarnya Meributkan HTI Itu Soal Apa?

8
715

Oleh: Ferry Koto, disadur dari twit @ferrykoto di Twitter pada 5 Mei 2016

Sebenarnya meributkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu soal apa? (1) Keyakinan HTI menerapkan ajaran Islam akan membuat negeri lebih baik, atau (2) HTI ingin mengganti Pancasila.

Kalau HTI punya keyakinan menerapkan ajaran Islam akan membuat negeri lebih baik, menurut saya, ya sah-sah saja, malah dilindungi Undang Undang, bahkan Pancasila dalam sila pertama ditegaskan keyakinan pada ajaran agama.

Kalau HTI ingin ganti Pancasila? Lha bagaimana HTI bisa menggantinya, wong HTI bukan Parpol, bukan kekuatan Politik yang punya wakil di DPR.

Kalaupun HTI misal jadi parpol, ya jangan dipilih caleg-calegnya, kalau yakin Pancasila itu dasar negara yang sesuai untuk negeri ini. #GituAjaKoqRepot

Lagipula Dasar Negara, konstitusi dan bentuk negara adalah hasil dari kesepakatan politik yang dibuat oleh MANUSIA, yang fitrahnya selalu berubah.

Jadi kalau ingin pertahankan “kesepakatan” tersebut, caranya mudah saja. Buktikan kesepakatan tersebut memang sesuai dengan cita-cita Indonesia merdeka. Cita-cita untuk mengantarkan rakyat Indonesia menjadi masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Jika cita-cita itu tidak pernah terwujud, ya bisa jadi “kesepakatan”nya perlu direkonstruksi. Atau diganti?

Di Nusantara ini negara yang pernah ada bukan hanya Indonesia. Itu merupakan bukti bahwa negara pun datang dan pergi.

Terkait negara yang jalankan syariat Islam, di Nusantara ini pun pernah berdiri beberapa negara. Yang terbesar Kesultanan Demak. Bahkan kerajaan-kerajaan di Jawa sebelum penjajahan Belanda, justru kerajaan yang jalankan ajaran Islam yang kuat.

Mungkin banyak yang lupa, Raja Jogja itu dipanggil SULTAN, sebuah sebutan untuk Raja dari kerajaan berciri Islam.

Di Nusantara ini juga pernah berdiri Kerajaan Hindu, Budha, dan diakui dunia sebagai negara-negara yang besar dan kuat. Namun, semua negara besar dan kuat itu akhirnya “gulung tikar” juga, digantikan dengan negara baru.

Kenapa terjadi?

Terjadi karena manusia terus berubah, alam berubah, kondisi berubah dan kesepakatan-kesepakatan dalam bernegara bisa juga berubah. Itu sunatullah.

Kembali soal kesepakatan kita bernegara Indonesia dengan dasar Pancasila. Jika masih yakin itu kesepakatan yang baik untuk rakyat nusantara, buktikan !!

Buktikan rakyat di Nusantara bisa hidup adil makmur sejahtera. Karena sesungguhnya apapun negaranya, pemilik sah negeri ini ya RAKYAT Nusantara.

Jika ditengah rakyat mulai banyak berkembang pemikiran-pemikiran baru, termasuk pemikiran merekonstruksi dasar negara, itu berarti saatnya intropeksi.

Intropeksi apakah ada yang salah dengan kesepakatan kita dalam bernegara, atau ada yang sudah tidak sesuai zaman atau jangan-jangan bukan dasar negaranya yang salah. Tapi justru kita yang selalu salah dalam memilih orang-orang yg menjalankan Negara. Terpilih orang yang tidak paham menjalankan negara berdasarkan Pancasila.

Begitu hemat saya, soal ribut-ribut HTI ini. Jikapun ada yang kontra dengan pemikiran-pemikiran HTI maka bertarung pemikiran sajalah dengan benar, ikuti aturan. Ndak usah ribut-ribut, apalagi sampai provokasi rakyat misal.

Lebih baik berdiskusi daripada hujat-hujatan dan merasa paling benar. Demikian Wassalam. (Hrn)

BAGIKAN
loading...

8 KOMENTAR

  1. waktu kerajaan hindu budha berjaya, agama Islam tumbuh dan merebut kekuasaan karena semakin banyak penganutnya
    waktu kerajaan Islam berjaya di nusantara, agama lain juga hidup berdampingan biasa2 aja,
    waktu eropa menjajah, baru ada kerja paksa yang kena itu ga pandang agama,
    klo saat ini banyak warga negara ingin balik menjadikan Islam sebagai dasar negara, klo memang mayoritas ya sah2 aja
    sesuai yg dikatakan penulis, kok dibilang memaksakan makar,

  2. Kalau pun jadi ke khalifa an siapa khalifah yg akan pinpin indonesia. Bisa-bisa rebutan pengumuman bahwa kami,saya adalah turunan nabi, yg ujung-ujungnya ribut tau sendiri di indonesia yg namanya jadi pimpinan itu saling sikut, saling menjatohkan baik kasar maupun halus yg penting bisa duduk di kursi kepemimpinan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...