SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) telah selesai merampungkan proses rekapitulasi suara tingkat provinsi untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, dan menetapkan pasangan nomor urut satu Khofifah Indra Parawansa-Emil Dardak sebagai pemenang Pilgub Jatim 2018.
Khofifah-Emil unggul dengan 10.465.218 suara (53,5%) atas pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur yang memperoleh 9.076.014 suara (46,5%), dengan selisih hampir tujuh persen.
Saksi dari Khofifah-Emil telah menandatangani berita acara rekapitulasi tersebut. Hal yang sama dilakukan oleh saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diwakili Musyafak Rouf.
Namun saksi dari PDI Perjuangan sebagai yang ikut mengusung Gus Ipul-Puti, Martin Hamonnangan, menolak menandatangani berita acara tersebut.
Martin yang juga politisi PDI Perjuangan ini beralasan masih ada proses pemungutan suara yang bermasalah di 16 Kabupaten/ kota yang belum ditindaklanjuti KPU.
Baca juga: Resmi, KPU Tetapkan Khofifah-Emil Pemenang Pilgub Jatim 2018
“Banyak data DB2 KWK yang bermasalah di sejumlah tempat pemungutan suara di 16 kabupaten/kota. Saya selaku kuasa tim pasangan calon nomor urut 2 tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara ini,” kata Martin di rapat pleno terbuka rekapitulasi yang berlangsung di Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (7/7).
Menurut Martin seharusnya KPU Jatim menyelesaikan dulu semua masalah yang ditemukan pihaknya di berbagai Kabupaten/Kota, baru proses rekapitulasi bisa dilakukan.

Aku setuju, PDI itu spy mendirikan negara sendiri di tengah Samudra Atlantik sana.
Sdh wkt nya Kader PDI-P tdk mudah terprovokasi Ketumnya, sebab dia sdh tua yg penting skrg siapkan kader yg memiliki Wawasan Nusantara dan Ketaqwaan yg baik kepada Tuhan Yang Maha Esa.
PDI-P hrs mau mengakui terhadap kemenangan rival nya dan hrs sgr evuasi seti ap kekalahan.
Kader PDI-P yg berpendidik an jangan menelan mentah2 setiap instruksi Ketumnya, sebab dia tdk bisa menentu kan HIDUP, MATI DAN RIZE KI KADER PDI-P, kecuali Allah SWT.
Banteng ?
Ah sudalah
Memalukan sudah kalah telak protes
Wkwkkkkk……suruh buat negara sendiri aja kan enak bs nyalon sendiri dan milih sendiri
Jelas menolak, sebab takut dengan janji Megawati. Kalau Gus Ipul kalah, semua pengurus PDIP akan dipecat.
Hhhhhhhhhhhhhhh itu kan janji eyang putri
Oh….. Jawane wedi karo mbah boyot ta???
Ojo kuater…mbah boyot wes pikun..dadi bakal lali