Beberapa Kegiatan Prabowo Dipindah, BPN: Alasan Pemilik Gedung Tak Masuk Akal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyesalkan beberapa kejadian pindahnya lokasi kegiatan calon Presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, akibat pemilik gedung yang disewa membatalkan secara sepihak.

Hal itu diungkapkan Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak lewat akun twitternya @dahnilanzar.

“Beberapa kegiatan Pak @prabowo terpaksa dipindahkan karena alasan manajemen gedung membatalkan, dengan berbagai alasan yg tdk masuk akal,” tulis Dahnil, Rabu (6/3).

Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini, kejadian tersebut membuat pesta demokrasi, Pilpres 2019, menjadi tidak berjalan semestinya.

“Demokrasi kita semakin tidak asik,” ujarnya.

Tidak dijelaskan oleh Dahnil apakah ada peran pihak lain yang membuat pemilik gedung membatalkan gedung yang sudah disewa.

Namun, diungkap Dahnil, tidak hanya soal pembatalan gedung untuk kegiatan Prabowo saja yang dialami BPN, juga terjadi persekusi penolakan terhadap tokoh pendukung paslon nomor urut 02 tersebut.

“Selain itu, persekusi penolakan terhadap beberapa tokoh terjadi di beberapa daerah,” tukasnya.


Sewa Dibatalkan Pemilik Gedung, Pidato Kebangsaan Prabowo di Bandung  Dipindah

Prabowo saat di Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019). (foto:istimewa)

Sebelumnya, anggota BPN Naniek S Deyang mengungkapkan acara pidato kebangsaan Prabowo Subianto yang rencananya akan diadakan di Bandung pada 7 Maret mendatang, dibatalkan karena pemilik gedung membatalkan sepihak.

“Tanggal 7 Maret rencananya Pak Prabowo mau pidato kebangsaan di Bandung. Sudah menyewa tempat di Arcamanik. Masyallah ternyata pengelola gedung yang mau dipakai, akhirnya membatalkan,” ungkap Nanik, Selasa (5/3).

Menurut Nanik, pembatalan tersebut karena tekanan pihak tertentu kepada pemilik Gedung agar tidak menyewakan untuk kegiatan Prabowo.

“Kok jahat amat ya ??? Apa nggak takut jadi jambu mente alias kwalat ya?” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER