Antisipasi Rusuh, TKN Jokowi-KH Ma’ruf Ingatkan Relawan Waspadai 3 Skenario Provokasi Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kampanye akbar pasangan Calon presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat, hari ini, Sabtu (13/4) akan dihadiri ratusan ribu massa dari berbagai daerah.

Lautan massa hingga berita ini diturunkan, terus mengalir dan memadati lokasi yang diperkirakan akan mengular dari GBK hingga Bundaran HI.

Lewat keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Sabtu (13/4), Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokoiw-KH Ma’ruf, Erick Tohir mengingatkan seluruh pihak, terutama relawan, para peserta rapat umum rakyat sebagai kampanye akbar hari ini untuk menjaga situasi.

Erick mengingatkan ada sejumlah pihak yang mencoba memanfaatkan situasi penuh kegembiraan, dalam kampanye ini. Terutama saat konser putih bersatu berlangsung.


“Kami mengingatkan agar para pendukung 01 yang akan hadir waspada atas upaya gangguan dari pihak tak bertanggung-jawab yang bertujuan untuk memancing emosi kita,” kata Erick Thohir.

3 Skenario Penggangu Yang Diantisipasi TKN Jokowi-KH Ma’ruf di Kampanye Nasional 01

Erick Thohir
Erick Thohir (kiri) bersama capres-cawapres Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (7/9/2018). (foto:Antara)

Terdapat 3 skenario yang mungkin terjadi. Pertama, kata Erick, para pengganggu bergabung dengan pendukung 01 untuk kemudian berfoto dengan simbol jari yang tidak sesuai dengan tema kampanye Jokowi-Amin.

“Mohon jangan terpancing emosi, saran tindakan adalah ajak bercanda dan foto bareng juga dengan simbol jempol kita,” ucap Erick.

Tindakan yang perlu diambil, saran Erick, adalah para pendukung 01 juga ambil foto untuk kemudian disebarkan dengan tagar bernuansa persatuan. Contoh tagar yang dimaksud adalah “#01MenyatukanPerbedaan”, “#01TerbukaUntukSemua”, dan “#01TidakEksklusif”.

Skenario kedua, jelas Erick, berawal seperti skenario 1, namun ada penyusup lain yang berperan sebagai pendukung 01 yang emosional dan melakukan tindak kekerasan terhadap mereka.

“Jangan lupa, dalam skenario kedua ini mereka sudah siapkan ‘tim dokumentasi’ sendiri. Kami menyarankan agar segera pisahkan mereka sejauh mungkin ketika kata-kata makian sudah terlontar. Ini adalah ‘kode’ akan dimulainya sandiwara ‘kerusuhan’,” ucapnya.

Sementara itu, Erick menggarisbawahi skenario ketiga, yaitu ada kemungkinan para pengganggu tidak segan-segan untuk memancing kerusuhan yang lebih besar.

“Mereka akan melangsungkan kerusuhan secara terbuka dan memprovokasi terjadinya perluasan kerusuhan. Jika ini terjadi, kami menyarankan agar segera ambil gambar mereka, dan saat bersamaan minta teman kita melapor pihak keamanan,” tandas Erick.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.