AHY ke Jawa Timur? Demokrat Belum Bahas

SURABAYA – Usai hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), santer disebut akan bertarung dalam Pilkada Jawa Timur.  AHY  berdasarkan hasil hitung cepat mayoritas lembaga survei menempatkannya di urutan ketiga.

Bahkan, di seluruh sosial media telah menjadi viral bahwa putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, berpeluang diusung Partai Demokrat untuk menggantikan Soekarwo sebagai gubernur Jatim periode 2019-2024.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio yang juga legislator DPRD Jatim  mengaku mendengar kabar tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan karena proses di DKI Jakarta belum dinyatakan selesai secara resmi oleh penyelenggara, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi setempat. Selain itu, kata dia, proses penjaringan untuk calon gubernur yang diusung masih akan dilakukan mulai Juni mendatang.

“Belum dibahas siapapun namanya, termasuk AHY,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio Ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (17/2).

Proses penjaringan yang dimaksud juga termasuk menitikberatkan pada hasil survei internal yang digelar partai berlambang logo mercy tersebut berdasarkan mekanisme berlaku.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mengaku saat ini sudah mengantongi tiga nama kandidat yang akan diusung dan diajukan ke pusat pada akhir bulan ini. Kendati demikian, politisi yang juga Gubernur Jatim itu menegaskan bukan nama AHY yang akan diserahkan ke pusat untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Saya pastikan bukan AHY. Nama kandidat yang disampaikan ke DPP bisa kader internal ataupun tokoh eksternal,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.