BPS: Pertumbuhan Konsumsi Triwulan III-2017 Melambat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2017 tumbuh 4,93 persen, sedikit melambat dibanding triwulan II-2017 (4,95 persen) dan triwulan III-2016 (5,01 persen).

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (7/11), mengatakan komponen rumah tangga yang tumbuh melambat antara lain makanan dan minuman, alas kaki, dan perumahan.

“Bahwa seluruh komponen dari konsumsi rumah tangga tumbuh positif. Ada sedikit perlambatan untuk komponen makanan dan minuman, juga alas kaki dan perumahan,” ucap dia.

Suhariyanto memaparkan komponen makanan dan minuman di triwulan III-2017 hanya tumbuh 5,04 persen, atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,23 persen.

Pertumbuhan yang melambat juga terjadi pada komponen pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya yang tercatat 2,00 persen pada triwulan III-2017 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2,24 persen.

Komponen perumahan dan perlengkapan rumah tangga juga tercatat tumbuh melambat dari 4,14 persen pada triwulan III-2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,17 persen.

Sementara, konsumsi yang tercatat tumbuh yaitu di komponen kesehatan dan pendidikan sebesar 5,38 persen di triwulan III-2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 5,36 persen.

Komponen restoran dan hotel juga tercatat tumbuh 5,52 persen di triwulan III-2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,01 persen.

“Kalau ditelusuri, di sana ada kecenderungan masyarakat mulai bergeser dari konsumsi ‘nonleisure’ ke ‘leisure’ (restoran, hotel, rekreasi, dan kebudayaan). Pergeseran pola konsumsi terlihat di sana,” kata Suhariyanto.

BPS mencatat ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen.

Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 55,68 persen dari PDB. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER