Rupiah Terjungkal di Rp15.100-an, Menkeu Pertimbangkan Buat Kebijakan Antisipasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal akan menambah kebijakan untuk mengantisipasi perkembangan dinamika global yang terus mendepresiasi rupiah.

Rupiah hari ini, Jumat (5/10) terus melorot dan saat ini diperdangkan antara Rp15.165 sampai Rp15. 193 per dolar AS.

“Pemerintah terus menjaga fleksibilitas dan bersikap mau berubah dan memperbaiki formula kebijakan, kalau kondisi global terus bergerak,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (5/10).

Sri Mulyani mengatakan pemerintah bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akan terus memantau perkembangan ekonomi global yang terus bergerak dinamis dan menimbulkan penguatan dolar AS.

“Kita lihat aspek ekonomi kita, apakah mampu menyerap dinamika yang terjadi, mulai dari kurs, capital inflow, neraca di lembaga keuangan, korporasi dan APBN. Termasuk kondisi di moneter dan riil, itu semua kita jaga,” katanya.

Koordinasi ini juga dilakukan untuk penguatan kondisi ekonomi dalam negeri yang sudah diupayakan melalui perbaikan neraca transaksi berjalan, yang masih mengalami defisit, dengan menekan impor barang konsumsi maupun mendorong program pemanfaatan biodiesel 20 persen (B20).

Namun, pemerintah juga memastikan kemungkinan adanya perubahan formula kebijakan, apabila kondisi ekonomi global semakin sulit diprediksi, untuk memperkuat ketahanan fundamental dalam negeri dan tidak rentan dari tekanan eksternal.

“Terdapat beberapa konsekuensi dari tiap kebijakan, jadi makanya kita tetap berhati-hati dengan menyakinkan kondisi perbankan kita tetap baik,” ujar Sri Mulyani.

Meski demikian, pemerintah juga akan memperkuat sisi fiskal dengan merumuskan APBN 2019 yang kredibel dan menyesuaikan dengan perkembangan global terkini agar dapat menjadi insentif untuk mendukung kinerja pembangunan.

Selain itu, pemerintah akan terus berkomunikasi dengan para pelaku usaha agar mau memanfaatkan momentum saat ini untuk mendorong kinerja ekspor agar dinamika global tidak berdampak negatif terhadap ketahanan perekonomian Indonesia. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER