💰 Aksi Investor Asing
Pada perdagangan Kamis (12/2), investor asing melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) jumbo sebesar Rp2,03 triliun di pasar reguler. Namun, ada pembelian asing sebesar Rp542 miliar di pasar negosiasi, sehingga total net sell asing mencapai Rp1,49 triliun.
Sepanjang tahun 2026, investor asing sudah melepas saham senilai Rp14,46 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing kemarin antara lain BBCA, BUMI, BMRI, CDIA, dan WIFI.
🚀 5 Saham Potensial Hari Ini: Analisis Teknikal & Fundamental
Berdasarkan analisis dari berbagai sekuritas ternama, berikut adalah 5 saham yang berpotensi mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Raja Perbankan Digital
Harga Terakhir: Rp7.450
Rekomendasi: Speculative Buy
Area Beli: Rp7.400 – Rp7.450
Target Price: Rp7.575 – Rp7.675
Cut Loss: Di bawah Rp7.350
Analisis Fundamental:
- Laba bersih hingga November 2025 mencapai lebih dari Rp52 triliun, tumbuh secara tahunan
- CASA (Current Account Saving Account) tetap dominan di atas 80%, menjaga Cost of Fund (CoF) tetap rendah
- NPL gross diproyeksikan tetap terkontrol di 1,5% pada FY26
- Dividend yield yang menarik dengan track record pembagian dividen yang konsisten
- Valuasi saat ini dinilai atraktif dengan target harga Rp10.800 (upside +29,7%)
Prospek Bisnis: BCA terus fokus ekspansi ke segmen korporasi blue-chip dan perbaikan permintaan KPR. Posisi sebagai bank dengan dana murah terbesar di Indonesia memberikan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Meski sempat terkoreksi, fundamental tetap solid dengan ROE tinggi di 19,8%.
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Surga Safe Haven
Harga Terakhir: Rp3.980
Rekomendasi: Buy if Break Rp4.000
Target Price: Rp4.050 – Rp4.100
Cut Loss: Di bawah Rp3.960
Analisis Fundamental:
- Harga emas dunia mencapai level tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik
- Volume transaksi ANTM melonjak signifikan dengan dominasi aksi beli institusional
- Analis sekuritas ternama memberikan target harga Rp4.100 dengan rekomendasi beli
- Valuasi forward P/E dinilai masih wajar dibandingkan prospek pertumbuhan laba
Prospek Bisnis: ANTM diuntungkan oleh tren peningkatan harga emas global yang dipicu ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan kekhawatiran inflasi. Sebagai produsen emas terbesar di Indonesia, ANTM menjadi proxy ideal untuk eksposur terhadap aset safe haven. Diversifikasi produk ke nikel dan bauksit juga memberikan buffer terhadap volatilitas harga komoditas tunggal.
