Rekapitulasi KPU Sumsel Selesai: Prabowo Menang 59,70 Persen, Jokowi 40,30 Persen

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019, pada Rabu (13/5).

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara di 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiga menang dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Prabowo-Sandiaga berhasil meraih dukungan masyarakat Sumsel sebanyak 2.877.781 suara (59,70%), sementara Jokowi-KH Ma’ruf hanya berhasil meraup 1.942.987 suara (40,30%).

Prabowo Menang di 16 Kabupaten/Kota, Jokowi Hanya di 1 Kabupaten/Kota

Hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sumatera Selatan untuk Pilpres 2019.

Prabowo-Sandiaga menang 16 Kabupaten/Kota sedangkan Jokowi-KH Ma’ruf hanya berhasil meraih kemenangan di Kabupaten Banyuasin dengan selisih hanya 3.848 suara.

Para saksi paslon menerima hasil rekapitulasi tersebut dan berita acara langsung ditandatangani oleh saksi serta perangkat KPU Sumsel disaksikan Bawaslu Sumsel.

Hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sumatera Selatan untuk Pilpres 2019.

Berikut Tabel Rekapitulasi KPU Sumsel Untuk Pilpres 2019;

NoKAB/KOTAJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1Ogan Ilir96.457143.800240.25740,15%59,85%
2Prabumulih40.57971.780112.35936,12%63,88%
3OKU selatan106.675116.955223.63047,70%52,30%
4OKU52.098162.594214.69224,27%75,73%
5Muara Enim123.783227.333351.11635,25%64,75%
6OKI207.926224.727432.65348,06%51,94%
7Lahat72.228180.988253.21628,52%71,48%
8Muba158.823204.179363.00243,75%56,25%
9Pagaralam40.84649.29890.14445,31%54,69%
10Musirawas99.097141.807240.90441,14%58,86%
11Lubuk Linggau40.95490.988131.94231,04%68,96%
12PALI45.91865.232111.15041,31%58,69%
13Banyuasin236.121232.273468.39450,41%49,59%
14OKU Timur183.816220.590404.40645,45%54,55%
15Palembang350.539559.422909.96138,52%61,48%
16Muratara44.44177.768122.20936,36%63,64%
17Empat Lawang42.686108.047150.73328,32%71,68%
TOTAL1.942.9872.877.7814.820.76840,30%59,70%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.