Kiai Ma’ruf Amin Sang Jawara


Kiai Ma’ruf Amin Sang Jawara

oleh: KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph D.*

Seruji.com – Baru kali ini ada Ketua Umum dan Rais ‘Aam PBNU mau menjadi saksi di pengadilan. Beliau Kiai Ma’ruf Amin namanya. Banyak yang menyangsikan mengapa beliau mau menjadi saksi sendiri? Itu Kiai yang jawara, kalau ada masalah ia hadapi dengan gagah dan berani. Beliau yang mengeluarkan fatwa dan sekaligus bertanggung jawab untuk menyampaikan dan mempertahankan fatwanya.

Kadang saya sebagai muridnya tak tega melepas beliau jadi saksi apalagi “dihardik” oleh Ahok dan pengacaranya. Namun itulah idealisme beliau yang rela “merumput” demi menegakkan kebenaran. Beliau yang sudah berumur 73 tahun rela duduk 7 jam di pengadilan demi menyampaikan kebenaran.

Jika Ahok dan pengacaranya bertanya tentang telpon SBY tentu Kiai Ma’ruf akan bilang tak pernah ada telpon dari beliau. Sebab yang menelpon itu bukan SBY tapi stafnya. Namun pertanyaan tersebut dapat menjelaskan desas-desus kalau fatwa itu “pesanan” demi kepentingan politik. Sebagaimana dijelaskan bahwa sikap keagamaan itu lebih tinggi dari fatwa dan melibatkan berbagai komisi di MUI.

Seandainya memang SBY minta fatwa apa salahnya? Posisinya sama dengan umat Islam lainnya yang datang ke MUI meminta fatwa tentang pernyataan Ahok. Lalu MUI mengeluarkan fatwa. Apakah itu pesanan? Ya pesanan meminta fatwa tapi keputusannya tetap sesuai ajaran Islam yang menjadi kewenangan MUI. Karena fatwa itu berdasarkan permintaan orang lain (Mustafti).

Yang disayangkan adalah sikap Ahok yang tak bisa menahan emosi dan terkesan arogan bahkan merendahkan orang tua kami. Kemudian ia minta maaf. Menurut saya, orang yang tak bisa menahan emosi, berbuat dulu dan baru berpikir kemudian tak layak untuk jadi pimpinan Jakarta. Emosi yang tak terkontrol inilah sumber dari masalah saat ini. Kita perlu membersihkannya.

*) KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph D., wakil ketua Lembaga bahtsul Masail PBNU 2005-2010-2015, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat 2010-2020, Ketua Umum Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan 2010-2020 sekaligus Ketua Pembina Yayasan Investa Cedekia Amanah (ICA).

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close