Pemkab Solok Selatan Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Banjir

1
109
banjir
Evakuasi korban banjir (ilustrasi)

PADANG – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan mendirikan dapur umum untuk membantu korban banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Tangah yang terjadi pada Kamis (14/9) malam.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Nanti siang akan didirikan dapur umum di Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh untuk membantu korban banjir di Bancah dan Batang Lolo,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Editorial ketika dihubungi di Padang Aro, Jumat (15/9).

Untuk pagi ini, kata Editorial, pemerintah setempat akan memberikan bantuan nasi sekitar 1.000 bungkus mengingat banjir kiriman itu merendam sekitar 50 rumah warga di Bancah dan Batang Lolo sehingga peralatan memasak mereka basah dan berlumpur.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu membawa material lumpur dan kayu.

Menurutnya, petugas telah membersihkan material yang dibawa banjir yang menimbun jalan nasional di daerah Bancah hingga Jumat pukul 3.00 WIB. Saat ini jalan nasional tersebut telah bisa dilewati kendaraan.

“Sekitar jam 9.00 WIB ini kami kembali melakukan pembersihan material banjir di jalan tersebut,” ujarnya.

Jalan kabupaten di Bancah dan Batang Lolo juga turut terdampak banjir akibat luapan Sungai Batang Lolo tersebut. Jalan yang tertutup lumpur dan kayu-kayu itu sepanjang lebih kurang 50 meter.

“Hari ini juga akan kami bersihkan,” katanya.

Selain rumah dan jalan, imbuhnya sekitar lima hektare sawah masyarakat ikut terendam banjir dan berpotensi puso.

“Hari ini, pemkab akan mengerahkan petugas dari Pemadam kebakaran untuk membantu masyarakat membersihkan rumahnya,” jelasnya.

Banjir sendiri, terangnya, merupakan air kiriman dari hutan TNKS yang kala itu diguyur hujan lebat. Luapan air sungai akibat tersumbatnya jembatan di Batang Lolo.

“Saat banjir, di Bancah dan Batang Lolo justru tidak hujan,” sebutnya.

Terkait mulai tingginya hujan di kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi itu, ia mengimbau agar masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana alam waspada dan mengaktifkan ronda saat hujan turun.

“Jika perlu harus mengungsi, ya mengungsi dan letakkan barang-barang di posisi aman dari banjir atau longsor,” pungkasnya. (Ant/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Suap

2 Politisi PDIP Tersangka Suap DPRD Malang Kembali Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua politisi PDIP dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun...

Minimnya Rest Area di Tol Cipali Dikeluhkan Pemudik

KARAWANG, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pemudik yang akan kembali ke Jakarta melalui Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan (rest area) di sepanjang tol tersebut. Salah...
Herman Hery

Diduga Keroyok dan Aniaya Suami-Istri, Anggota DPR dari PDIP Dipolisikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Herman Hery dilaporan seorang warga atas nama Ronny Kosasih Yuliarto ke Polres Metro Jakarta Selatan atas...

Jenazah Korban KM Sinar Bangun Disambut Isak Tangis Keluarga

BINJAI, SERUJI.CO.ID - Jenazah korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, satu dari tujuh keluarga warga Kota...

184 Orang Belum Ditemukan dari 206 Data Sementara Penumpang KM Sinar Bangun

TIGARAS, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan mencatat jumlah penumpang sementara KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba sebanyak 206 orang. Kepala Kantor SAR Medan Budiawan...