KPU Padang Panjang Nyatakan Penghitungan Suara Kecamatan di Daerah Itu Tuntas

PADANG PANJANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menyatakan penghitungan suara di tingkat kecamatan di daerah itu telah selesai dilakukan pada Kamis (25/4) malam.

“Terakhir di Kecamatan Padang Panjang Barat, telah selesai semalam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah di Padang Panjang, Jumat (26/4).

Sementara penghitungan suara di Kecamatan Padang Panjang Timur telah selesai pada Rabu (24/4) pukul 03.00 WIB.

Dengan telah selesainya penghitungan di tingkat kecamatan, pihaknya sudah menjadwalkan rekapitulasi suara di tingkat kota yang dilaksanakan Sabtu (27/4).

“Saat ini logistik pemilu yang digunakan saat di TPS telah disimpan kembali di gudang logistik KPU setempat,” katanya.

Sementara hasil rekapitulasi dan administrasi lainnya telah disimpan di kantor KPU Padang Panjang terdiri dari 13 kotak dari Kecamatan Padang Panjang Barat dan 13 kotak dari Kecamatan Padang Panjang Timur.

Ia menjelaskan pelaksanaan Pemilu 2019 di daerah itu berjalan lancar yang salah satunya ditandai dengan tidak adanya pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dari 177 tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan di daerah itu.

Sementara saat proses penghitungan suara, dilaporkan satu orang petugas yaitu ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Pasar Baru sempat dirawat selama beberapa hari karena kelelahan.

“Kami dapat laporan satu orang dirawat selama tiga atau empat hari. Lalu lainnya sakit pilek dan batuk mungkin karena dingin dan bekerja sampai malam hari,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.