Kawasan Mandeh Diusulkan Jadi Kawasan Konservasi Perairan

PADANG – Kawasan Mandeh, merupakan kawasan eksotis berupa gugusan pulau–pulau kecil yang menyebar di indahnya biru laut. Beberapa orang menyebutnya sebagai Raja Ampat-nya Sumatera Barat.

Terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, kawasan Mandeh menyimpan berbagai potensi sumberdaya pesisir dan keanekaragaman hayati laut yang tinggi.

FGD Penyusunan Ranperda RZWP3K Provinsi Sumatera Barat.

“Perairan kawasan Mandeh merupakan habitat teripang, bambu laut, dan kima, serta beberapa pulau diantaranya seperti Pulau Marak, Pulau Pagang, dan Pulau Nyamuk merupakan lokasi peneluran penyu” Jelas Nofri Yani, pemerhati penyu dari Yayasan Cahaya Maritim yang disampaikan pada Focus Grup Discusion Penyusunan Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–Pulau Kecil di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumbar, Rabu (3/5).

Nofri menjelaskan, selain keanekaragaman hayati laut, kawasan Mandeh juga memiliki keunikan dari segi kultur dan budaya serta di dalam kawasan juga terdapat benda bersejarah, seperti meriam peninggalan Belanda, bangkai kapal Belanda M.V. Boeloengan serta benteng peninggalan Portugis.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Sejak digemakannya rencana pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Mandeh, beberapa kalangan mengkhawatirkan akan terjadinya over exploited terhadap pemanfaatan kawasan, sehingga dirasa perlu untuk menetapkan kawasan Mandeh sebagai Kawasan Konservasi Perairan dan dimasukkan ke dalam dokumen RZWP3K Provinsi Sumatea Barat.

Kawasan Konservasi Perairan bukan berarti membatasi pemanfaatan namun justru menyelamatkan sumberdaya alam di dalamnya agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan

Menanggapi hal tersebut, Albert Krisdiarto, Kabid PRL PSDKP, DKP Sumbar, sangat menyambut baik usulan tersebut, dan dapat menjadi bahan masukkan untuk revisi delineasi kawasan konservasi perairan.

Saat ini, Provinsi Sumatera Barat sudah mencadangkan 7 kawasan konservasi perairan dan sedang mengupayakan untuk dapat segera ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah.

 

EDITOR: Harun S

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER