Dukung Film Baik, Komunitas Pecinta Film Islami Nobar Film ini

0
248
  • 8
    Shares
Nobar
Peserta Nobar Film Duka Sedalam Cinta registrasi ulang di meja Panitia, Ahad (12/11/2017). (foto:

PADANG, SERUJI.CO.ID – Menyayangkan tidak dapat tayangnya film edukatif di bioskop Padang, Komunitas Pecinta Film Islami (Kopfi) Sumatera Barat menggelar Nonton Bareng Film ‘Duka Sedalam Cinta’, Ahad (12/11).

Film yang mengambil setting lokasi di Halmahera Selatan, Maluku dan di Perkampungan Kumuh Jakarta ini, merupakan sekuel dari ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ karya dari Novelis terkenal Helvy Tiana Rosa.

Film ‘Duka Sedalam Cinta’ rilis resmi tanggal 19 Oktober 2017 lalu yang tayang hanya di beberapa kota besar saja, kota Padang tidak termasuk di dalamnya. Film ini merupakan drama yang bercerita tentang lika – liku proses hijrah seorang gadis tomboi yang berubah menjadi lebih baik.

“Moto kami Dukung Film Baik. Kami berusaha mendukung agar film baik dapat ditonton oleh masyarakat luas, sehingga nilai – nilai kebaikannya bisa dibawa pulang selepas ditonton di bioskop,” ungkap Miftah Huda, Ketua Kopfi Sumatera Barat kepada SERUJI di Padang, Ahad (12/11)

Peserta Nobar antusias menyaksian Film Duka Sedalam Cinta di Padang, Ahad (12/11/2017). (foto:Hadi/SERUJI)

Miftah berharap perfilman nasional ke depannya lebih menonjolkan ke-Indonesia-annya dengan budaya ketimuran yang santun dan edukatif. “Serta mengakomodir nilai – nilai islami, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim,” ujarnya.

Pendaftaran peserta yang berminat nonton bareng sudah digalang sejak bulan lalu, dan sebanyak 200-an orang ikut Nobar film ini, yang terbagi ke dalam 2 studio film yang berbeda.

Nonton bareng dilaksanakan di salah satu bioskop di pusat perbelanjaan di Kota Padang.

“Sangat Bagus dan menginspirasi, Saya tidak berhenti menangis saat menyaksikan sang gadis tomboy menggunakan hijab sebagai tanda berhijrah dan setelah itu terjadi drama yang mengharukan,” kata Nadia salah satu peserta nobar.

Zulwajad, salah satu peserta nobar yang lain mengapresiasi film yang baru pertama kali diputar di kota Padang tersebut.

“Film ini sangat bagus, ada scene menarik disitu, dimana para santri membersihkan pantai dari sampah plastik sebagai salah satu bentuk implementasi iman. Pesannya cukup bagus bahwa hidup harus memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang di sekitar kita,” ujarnya.

Selain nonton bareng, Kopfi Sumbar yang sudah berdiri sejak tahun 2014, juga melakukan berbagai kampanye untuk tidak menonton film bajakan dan juga melakukan diskusi terkait film baik. Komunitas ini sudah ada di 33 Propinsi di Indonesia bahkan sudah ada di mancanegara. (Hadi P/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU