Rekapitulasi KPU Surabaya: Jokowi Sapu Bersih 27 Kecamatan, Unggul 70,07 Persen

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2019 untuk 27 Kecamatan dari 31 Kecamatan yang ada di Kota Surabaya, hingga Selasa (7/5) siang.

Dari rekapitulasi yang telah selesai tersebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf unggu telak dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Seluruh kecamatan yang telah selesai di rekapitulasi dimenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Jokowi-KH Ma’ruf Raih 70,07 Persen, Prabowo-Sandiaga 29,93 Persen

Hasil rekapitulasi KPU Kota Surabaya untuk 27 Kecamatan di Kota Surabaya, Selasa (7/5).

Jokowi mampu meraih dukungan warga dari 27 kecamatan di Surabaya tersebut dengan meraih 942.945 suara (70,07%). Sementara Prabowo-Sandiaga hanya berhasil meraih dukungan 402.795 suara (29,93%).

Kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf rata-rata diatas 60 persen bahkan ada yang hampir mencapai 80 persen di Kecamatan Dukuh Pakis. Hanya di 3 kecamatan yang raihan suara Jokowi-KH Ma’ruf berada di bawah 60 persen, yakni di Asemrowo, Pabean, dan Semampir.

Hasil rekapitulasi KPU Kota Surabaya untuk 27 Kecamatan di Kota Surabaya, Selasa (7/5).

Khusus di Kecamatan Semampir kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf hanya tipis di 50,90 persen, dibanding Prabowo-Sandiaga di 49,10 persen.

Berikut Tabel Rekapitulasi KPU Kota Surabaya untuk 27 Kecamatan di Surabaya yang Telah Selesai;

NoKecamatanJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1Pakal22.1419.14431.28570,77%29,23%
2Bulak16.2727.16823.44069,42%30,58%
3Asemrowo13.5229.15022.67259,64%40,36%
4Gayungan15.9598.03223.99166,52%33,48%
5Jambangan18.5159.65528.17065,73%34,27%
6Benowo26.2319.46435.69573,49%26,51%
7Bubutan34.99617.85252.84866,22%33,78%
8Genteng23.8228.32632.14874,10%25,90%
9Gunung Anyar23.4069.83733.24370,41%29,59%
10Karangpilang27.91818.15646.07460,59%39,41%
11Dukuh Pakis26.8016.75833.55979,86%20,14%
12Tenggilis25.3888.19933.58775,59%24,41%
13Lakarsantri26.4507.19733.64778,61%21,39%
14Tambak Sari91.59629.662121.25875,54%24,46%
15Pabean23.08216.17439.25658,80%41,20%
16Rungkut46.80218.99565.79771,13%28,87%
17Wiyung30.27810.25840.53674,69%25,31%
18Simokerto33.81915.48749.30668,59%31,41%
19Tegalsari39.92712.90752.83475,57%24,43%
20Wonocolo31.01913.73244.75169,31%30,69%
21Wonokromo44.45112.98657.43777,39%22,61%
22Sukomanunggal57.53527.82785.36267,40%32,60%
23Krembangan40.75019.41260.16267,73%32,27%
24Sawahan83.10526.188109.29376,04%23,96%
25Sukolilo44.47117.12761.59872,20%27,80%
26Semampir46.26344.63590.89850,90%49,10%
27Sambikerep28.4268.46736.89377,05%22,95%
TOTAL942.945402.7951.345.74070,07%29,93%

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.