Penyebab Banjir di Sutojayan Sangat Komplek

1
69
Tim Tagana Blitar menyiapkan nasi untuk pengungsi banjir.

BLITAR – Bupati  Blitar Rijanto meminta seluruh pihak untuk bekerja sama menangani bencana banjir di lima desa di Kecamatan  Sutojayan. Banjir ini terjadi sejak tiga hari terakhir.  Pernyataan itu diungkapkan Riyanto saat memantau dapur umum di Kelurahan Sutojayan.

“Semua harus bekerja sama menangani masalah banjir ini karena di Sutojayan banjir seperti ini sudah seperti agenda tahunan yang penyebabnya sangat komplek, ” papar Rijanto kepada wartawan,  Senin (13/2).

Menurut Rijanto,  penyebab banjir di Sutojayan bukan hanya beralih fungsinya kawasan perhutanan di wilayah Panggungrejo serta maraknya penebangan liar.  Namun juga masalah-masalah sepele yang sering diabaikan masyakarat,  seperti sampah dan kurangnya daerah serapan air,  karena banyaknya pekarangan yang dibeton.

“Banyak faktor yang menyebabkan banjir. Bukan hanya faktor karena penggundulan hutan namun faktor lain yang sering disepelekan oleh masyarakat,” paparnya.

Ia berharap sebagai upaya antisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun-tahun berikutnya  pihaknya akan melakukan beberapa upaya. Di antaranya mengusulkan ke pemerintah pusat terkait normalisasi sungai  dan juga reboisasi hutan.  “Tentu kita terus mencari solusi, baik solusi terdekat maupun solusi jangka panjang,” kata Rijanto.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan, meski kondisi air sudah surut namun sebagian warga belum melakukan aktivitas seperti semula.  Banyak di antara mereka yang masih membersihkan sisa-sisa sampah akibat banjir.

Tim Tagana Dinsos Blitar juga masih memasak di dapur umum yang didirikan di Kelurahan Sutojayan  untuk dibagikan ke warga.  Tak kurang dari 9.000 nasi bungkus dibagikan dalam sehari. Ribuan nasi ini diperuntukkan bagi warga di lima desa,  di antaranya  Kalipang,  Wonorejo, Sutojayan, Bacem,  dan Kedungbunder.

Komentar

BACA JUGA

Kepolisian Inggris Selidiki Surat Rasis Untuk Pangeran Harry

LONDON, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Inggris mengatakan, Kamis (22/2), pihaknya sedang melakukan penyelidikan setelah satu paket yang berisi bahan misterius dikirim ke sebuah istana kerajaan. Media massa...
Nicolas Maduro

Hadang Serbuan Venezuela, Guyana Perkuat Perbatasan

GEORGETOWN, SERUJI.CO.ID - Guyana pekan ini mendirikan dua markas tentara di perbatasan perhutanan dengan Venezuela, negara yang sedang menderita, sebagai upaya untuk menggagalkan penerobosan dan...

Akhir Musim 2018, Tim Tech 3 Berpisah Dengan Yamaha

TOKYO, SERUJI.CO.ID - Tim Tech3 MotoGP akan mengakhiri kemitraan mereka dengan Yamaha pada akhir musim, demikian diumumkan pabrikan Jepang itu pada Kamis (22/2). Tim itu,...
Bandung Banjir

Hujan Deras Tiada Henti, Beberapa Ruas Jalan di Bandung Tergenang Air

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (22/2) sore hingga tengah malam membuat beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat tergenang air. Beberapa...

Meski Menang 2-0 dari RB Leipzig di Liga Europa, Napoli Tersingkir

BERN, SERUJI.CO.ID - Pemuncak klasemen Liga Italia Napoli hampir mencatatkan kebangkitan dramatis di Liga Europa ketika mereka menang 2-0 di markas RB Leipzig, namun mereka...
loading...
IMG-20180222-WA0019

Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Fatayat NU Lakukan Ini

Kotawaringin Barat - Dinas katahanan pangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Rabu (21/2) memberikan pelatihan keterampilan membuat sapu lidi kepada masyarakat desa Sebuai...

Keistimewaan Air Bekas Wudhu terhadap Kehidupan Tanaman

Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman. Untuk...
IMG20180222054602

Kota Ini Mulai Dikepung Kabut Asap, Siapa Pelakunya..?

Kotawaringin Barat - Hampir sepekan udara kota Pangkalan Bun tampaknya sudah tidak bersahabat. Kebut asap mulai menyeruak aromanya tercium tidak sedap hanya karena ulah...