Pendataan Kiai untuk Jaga Silaturahim

2
75
Ketua Syuriah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Musytamar

MALANG – Pendataan terhadap kiai pondok pesantren di Jawa Timur yang dilakukan oleh kepolisian di wilayah Polda Jawa Timur, menurut Ketua Syuriah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Musytamar, hanya salah persepsi semata. Hal ini sempat membuat gaduh para ulama di Jatim.

“Dan perlu kami tegaskan bahwa itu sifatnya bukan pendataan sebagaimana yang menjadi asumsi masyarakat sejauh ini, akan tetapi sifatnya sekadar ingin mengenal para kiai di Jawa Timur,” demikian diutarakan KHMarzuki Musytamar  sewaktu menghadiri peresmian gedung SMA Islam Sabilillah di Malang, Senin (13/2).

Menurutnya, apa yang diperintahkan oleh kapolda Jatim yang baru kepada segenap jajaran polres di Jatim bertujuan untuk membantu memberikan dukungan menjaga kondusifnya keamanan di Jawa Timur. Sekaligus menjalin silaturahim antara ulama dan umaro.

“Dengan demikian, kerukunan antar sesama terus dan tetap terjaga dengan baik. Disisi lain, mengikis pelan paham yang suka memecah belah umat,” tegas Pengasuh Ponpes Sabilur Rosyad Gasek, Malang ini.

Ia pun juga menambahkan, harapan bagi para kiai yang sudah memiliki kesibukan dan popularitas, hendaknya tidak mudah tersilaukan oleh fananya dunia. Namum kembali kepada tujuan awal, yakni membesarkan umat atau jamaah yang selama ini dibinanya di kampung. Selain itu, hubungan dengan masyarakat kampung senantiasa terus dipupuk dengan baik.

“Berikutnya mendelegasikan kepada salah satu ustadnya, merajut tali silaturahim, sehingga saling memberikan nilai kemaslahatan, satu sama lain,” ujar Kiai Marzuki.

Menurutnya, jika kiai atau ustadnya senantiasa memperhatikan dan peduli kepada umat atau jamaahnya, sebaliknya jamaah atau umat pun juga turut menjaga dan mengamankan ponpes tersebut. Jika saling memberikan rasa kenyamanan dan kebaikan, maka hidup ini serasa indah. Manakala ditularkan kepada masyarakat, senantiasa kerukunan bisa tercipta dengan baik, dan perasaan yang akan menebar kebencian bisa terhindarkan.

loading...

2 KOMENTAR

  1. Pendataan kyai semestinya dilakukan oleh para kyai dan atau Ormas Islam sebagai bentuk keutuhan persatuan dan silaturahim. Bukan dilakukan oleh pihak kepolisian.
    Polisi hanya mendata personel kepolisian juga. Atau mendata kejahatan, kecelakaan, dan lainnya. Bukan mendata kyai.
    Hal it tetap tidak dibenarkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
becak-becak

Yogyakarta Kaji Tiga Desain Becak Alternatif

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian desain becak alternatif dengan menyiapkan tiga tipe becak yang terdiri dari dua becak ramah lingkungan dan satu...