Pendataan Kiai untuk Jaga Silaturahim

2
41
Ketua Syuriah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Musytamar

MALANG – Pendataan terhadap kiai pondok pesantren di Jawa Timur yang dilakukan oleh kepolisian di wilayah Polda Jawa Timur, menurut Ketua Syuriah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Musytamar, hanya salah persepsi semata. Hal ini sempat membuat gaduh para ulama di Jatim.

“Dan perlu kami tegaskan bahwa itu sifatnya bukan pendataan sebagaimana yang menjadi asumsi masyarakat sejauh ini, akan tetapi sifatnya sekadar ingin mengenal para kiai di Jawa Timur,” demikian diutarakan KHMarzuki Musytamar  sewaktu menghadiri peresmian gedung SMA Islam Sabilillah di Malang, Senin (13/2).

Menurutnya, apa yang diperintahkan oleh kapolda Jatim yang baru kepada segenap jajaran polres di Jatim bertujuan untuk membantu memberikan dukungan menjaga kondusifnya keamanan di Jawa Timur. Sekaligus menjalin silaturahim antara ulama dan umaro.

“Dengan demikian, kerukunan antar sesama terus dan tetap terjaga dengan baik. Disisi lain, mengikis pelan paham yang suka memecah belah umat,” tegas Pengasuh Ponpes Sabilur Rosyad Gasek, Malang ini.

Ia pun juga menambahkan, harapan bagi para kiai yang sudah memiliki kesibukan dan popularitas, hendaknya tidak mudah tersilaukan oleh fananya dunia. Namum kembali kepada tujuan awal, yakni membesarkan umat atau jamaah yang selama ini dibinanya di kampung. Selain itu, hubungan dengan masyarakat kampung senantiasa terus dipupuk dengan baik.

“Berikutnya mendelegasikan kepada salah satu ustadnya, merajut tali silaturahim, sehingga saling memberikan nilai kemaslahatan, satu sama lain,” ujar Kiai Marzuki.

Menurutnya, jika kiai atau ustadnya senantiasa memperhatikan dan peduli kepada umat atau jamaahnya, sebaliknya jamaah atau umat pun juga turut menjaga dan mengamankan ponpes tersebut. Jika saling memberikan rasa kenyamanan dan kebaikan, maka hidup ini serasa indah. Manakala ditularkan kepada masyarakat, senantiasa kerukunan bisa tercipta dengan baik, dan perasaan yang akan menebar kebencian bisa terhindarkan.

BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

  1. Pendataan kyai semestinya dilakukan oleh para kyai dan atau Ormas Islam sebagai bentuk keutuhan persatuan dan silaturahim. Bukan dilakukan oleh pihak kepolisian.
    Polisi hanya mendata personel kepolisian juga. Atau mendata kejahatan, kecelakaan, dan lainnya. Bukan mendata kyai.
    Hal it tetap tidak dibenarkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...

Soal Tanah, Ratusan Massa ‘Gruduk’ Kantor BPN Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan massa yang tergabung dalam elemen Gerakan Rakyat Untuk Daulat Agraria (GARUDA) geruduk kantor BPN Jawa Timur di Jalan Gayungsari,...