MUI Kecam Iklan Lowongan Kerja Yang Mensyaratkan Melepas Hijab Saat Bekerja

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengecam perusahaan yang mengiklankan lowongan kerja dengan mensyaratkan harus bersedia melepas hijab selama bekerja.

Dikutip dari Hidayatullah.com, Sekretaris Umum MUI Jawa Timur ustaz Ainul Yaqin menilai apa yang dilakukan perusahaan yang diketahui merupakan outlet penjualan roti dengan nama “Kampoeng Roti” tersebut, adalah perbuatan yang keliru.

“Apa yang dilakukan pihak Kampoeng Roti jelas keliru. Melakukan hal seperti ini di negeri dengan penduduk Muslim terbesar adalah hal yang tak patut,” ujar ustadz Ainul di Jakarta, Senin (15/07).

Akibat iklan lowongan tersebut, menurut ustadz Ainul, perusahaan tersebut bisa tutup karena dapat menyinggung ummat Islam yang dalam ajarannya mewajibkan wanita mengenakan hijab saat keluar rumah.

“Seharusnya hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi,” tukasnya.

Iklan lowongan “Kampoeng Roti” tersebut beredar luas di media sosial. Sepintas tidak ada yang janggal dari iklan tersebut. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, maka terlihat di point ketujuh tercantum syarat ‘Bersedia Untuk Tidak Berhijab Selama Jam Kerja’.

Syarat ketujuh itulah yang membuat banyak warganet mengecamkarena dinilai telah diskriminatif pada wanita muslim.

MUI Jatim telah melakukan klarifikasi ke perusahaan yang membuat iklan lowongan tersebut. Dan pihak perusahaan telah meminta maaf dan menjelaskan bahwa iklan tersebut terjadi karena keteledoran staf mereka.

Iklan lowongan kerja “Kampoeng Roti” yang mensyaratkan bersedia lepas hijab selama kerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.