Satu Periode Kepemimpinan Saja

2
2022
Jkw
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla beserta Ketua Umum PDI-P, Ibu Megawati Sukarno Putri, disebuah acara.

Oleh:
Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya


SERUJI.CO.ID – Saat ini TGB ZM sedang menjadi fokus perhatian masyarakat. Sikapnya yang mendukung Jokowi 2 periode ternyata disandarkan pada argumentasi yang tidak mencerminkan kelasnya: untuk berprestasi, pejabat butuh waktu cukup. TGB minta bagi Jokowi 2 kali 5 tahun. Argumen ini sangat disayangkan.

Hemat saya, periode jabatan politik seharusnya diberikan sekali saja. Ini juga agenda bagi amandemen UUD45 soal periode jabatan presiden. Mengapa ?

  1. Jabatan itu amanah yang sebaiknya diberikan oleh rakyat, bukan diminta dari rakyat. Mereka yang minta jadi pejabat bukan pribadi yang layak diberi amanah. Pemilihan presiden oleh MPR, dan Presiden sebagai mandataris MPR, bukan petugas partai, lebih menjamin keamanahan presiden terpilih. Lalu jabatan Presiden sebaiknya satu kali saja, tidak bisa dipilih kembali.

  2. Tahu bahwa waktunya hanya satu periode saja, pejabat yang bersangkutan akan bekerja lebih keras sehingga kinerja lebih baik, lebih fokus, lebih efisien, tidak mengulur-ulur waktu. Membatasi jabatan hanya satu periode saja ini dimaksudkan untuk menghilangkan kecenderungan yang dikenal sebagai student syndrome : mengulur waktu dan menyelesaikannya pada jam-jam terakhir dan last minutes panic.

  3. Kaderisasi pemimpinan akan lebih mudah dan terukur. Wakilnya adalah calon penggantinya. Wakil punya waktu magang yang cukup. Persoalannya bergeser pada pemilihan wakil pejabat. Ini tidak akan terlalu genting ataupun penuh ketidakpastian, serta bisa dilakukan dengan lebih meritokratik. Pejabatnya juga akan terjaga muda usia.

  4. Membuka kesempatan dua periode akan menimbulkan moral hazard yang besar, menimbulkan perilaku koruptif, serta bekerja tidak fokus, dan tidak efisien. Bukti di lapangan sudah segunung.

Jadi, #2019GantiPresiden bukan soal suka tidak suka petahana, ini soal membangun kepemimpinan amanah.

Gunung Anyar 8/7/2018

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...