Korban Bus Masuk Jurang Dapat Santunan Jasa Raharja

SURABAYA – Para korban kecelakaan bus Solaris Jaya di lereng Gunung Lawu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, akhirnya mendapat santunan duka cita dari PT Jasa Raharja cabang Jawa Timur. Masing-masing ahli waris korban yang meninggal dunia mendapatkan uang Rp 25 juta.

“Semoga bantuan dari kami bisa meringankan beban keluarga. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur Isman Danial, Selasa (28/2) malam.

Menurut Isman, kecepatan pemberian santunan sudah menjadi komitmen Jasa Raharja kepada setiap korban kecelakaan lalu lintas. Baik akibat alat angkutan umum maupun lalu lintas jalan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Bus Solaris Jaya dengan plat nomor K 1677 CD mengalami kecelakaan tunggal masuk ke jurang di Karanganyar, Minggu (26/2) lalu. Sebanyak enam orang meninggal dunia. Semuanya adalah warga Sidoarjo.

Korban yang meninggal dunia adalah Ria Resbara (26), warga Wonoayu, Ega Nanda Hawa Shinta (11) warga Desa Sumberrejo,  Zuhro (55) warga Desa Ketimang, Pujo Hariono (50) warga Desa Kepadangan, Suwardi (54) dan Icha (16), keduanya warga Desa Wonokasihan. Santunan telah diberikan di Kantor Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Senin (27/2) lalu.

Menurut Isman, pihaknya juga memberikan santunan kepada korban luka-luka dengan membiayai perawatan selama di rumah sakit. “Korban luka-luka dapat santunan maksimal Rp 10 juta,” jelasnya.

EDITOR: Rizky

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy