Perlawanan Balik Koruptor itu Bernama Praperadilan

Oleh: Ikhwan Wahyudi

SERUJI.CO.ID – Upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum di Tanah Air, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menghadapi jalan berliku nan terjal hingga harus menghadapi perlawanan balik para pelakunya.

Masih segar dalam ingatan publik kasus penyiraman air keras yang menimpa salah seorang penyidik KPK Novel Baswedan yang hingga kini masih samar siapa pelakunya.

Belum lagi beragam teror yang dihadapi penyidik KPK dalam mengungkap suatu kasus mulai dari penggembosan ban kendaraan, kriminalisasi, intimidasi, guna-guna sampai perlawanan melalui jalur formal dan legal.

Semua rangkaian teror tersebut mengindikasikan terjadi perlawanan balik dari para pelaku korupsi kepada aparat penegak hukum.

Salah satu bentuk perlawanan yang dilakukan pelaku korupsi yang dinilai cukup ampuh adalah gugatan praperadilan ke pengadilan sehingga dapat membatalkan status tersangka hingga menyebabkan bidikan KPK lolos dari jeratan hukum.

Memang praperadilan merupakan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana sebagai saluran legal bagi pihak-pihak yang merasa hak-hak dasarnya telah dilanggar, akibat tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum melalui lembaga pengawasan horizontal yang dinamakan praperadilan.

Praperadilan bertujuan memberikan perlindungan hak asasi manusia bagi mereka yang terlibat perkara pidana pada tahap penyidikan dan penuntutan, sebagai alat kontrol terhadap penyidik dan penuntut umum dari upaya penyalahgunaan wewenang.

Dalam hal ini praperadilan bertujuan agar segala tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum dalam pemeriksaan perkara pidana benar-benar sesuai aturan perundangan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau