Jelang Musda Kadin Surabaya, Pengamat: Calon Ketua Jangan Yang Hanya Sibuk Urus Usaha Sendiri

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pengamat ekonomi, Dr Murpin Joshua Sembiring mengingatkan agar sosok Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) haruslah orang yang paham sejarah lahirnya organisasi pengusaha tersebut dan cita-cita yang ingin dicapai.

Hal itu disampaikan Murpin, menyikapi akan diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) Kadin Kota Surabaya yang diantara agendanya memilih Ketua periode 2019-2024.

“Sosok yang konsisten mewujudkan tujuan Kadin, jangan hanya yang memperkuat usahanya sendiri, tidak punya visi ‘bersama kita maju’,” kata Murpin kepada SERUJI di Surabaya, Kamis (8/8).

Dijelaskan pria yang juga Rektor Universitas Ma Chung Malang ini, cita-cita Kadin yang berdiri pada 24 September 1968 adalah ingin pengusaha nasional tangguh dan mampu menjadi tulung punggung perekonomian nasional yang sehat dan berdaulat dalam percaturan ekonomi nasional dan global.

“Namun, hingga saat ini masih jauh panggang dari api. Terbukti, kita masih sangat besar ketergantungan pada bahan baku dan barang jadi impor. Bahkan, hasil pertanian seperti jagung, bawang, daging dan lainnya, masih terus impor dengan nilai semakin besar dan menghancurkan ekonomi domestik,” jelasnya.

Sebagai organisasi para pengusaha, imbuh Murpin, keberadaan Kadin bertujuan untuk membina dan mengembangkan kemampuan para pengusaha, koperasi dan swasta lainnya untuk kuat jadi pelaku usaha nasional lewat penciptaan iklim usaha yang sehat.

“Sayangnya, hingga saat ini pengurus Kadin masih asyik memperkuat usaha-usahanya sendiri lewat berbagai proyek yang didapat,” kata Doktor Ekonomi jebolan Universitas Airlangga ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.